FAKTA TERSEMBUNYI DI BALIK PEMUKULAN PECALANG BESAKIH! Ternyata Anak Tersangka Adalah Polisi
I Wayan Adi Prabawa• Jumat, 18 April 2025 | 02:45 WIB
Rekaman detik-detik pemukulan pecalang di Pura Besakih
BALIEXPRESS.ID - Kasus pemukulan seorang pecalang saat upacara sakral Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih menggemparkan publik dan viral di media sosial.
Di tengah sorotan tajam terhadap aksi brutal satu keluarga ini, terkuak sebuah fakta mengejutkan yang selama ini tersembunyi: salah satu anak dari tersangka utama ternyata adalah seorang anggota kepolisian!
Kabar ini sontak memicu spekulasi liar di kalangan warganet, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kemungkinan keterlibatan oknum aparat dalam insiden yang mencoreng kesucian pura terbesar di Bali tersebut.
Benarkah seorang anggota Polri turut andil dalam aksi kekerasan ini?
Menanggapi isu sensitif yang berkembang pesat, Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba akhirnya buka suara.
Dalam klarifikasi resminya, perwira melati dua ini tak menampik adanya anggota kepolisian yang merupakan anak dari salah satu tersangka.
Namun, ia memberikan bantahan tegas terkait keterlibatan sang anak dalam aksi pemukulan tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan penyidik maupun Propam Polres Karangasem, dapat dipastikan tidak ada keterlibatan anggota Polri yang notabena merupakan anak kandung tersangka dalam kasus ini," ujarnya dengan lugas.
Kapolres menjelaskan bahwa tersangka utama dalam kasus ini memiliki tiga orang anak yang turut hadir di Pura Agung Besakih saat insiden terjadi.
Dari ketiga anak tersebut, dua di antaranya memang terbukti terlibat dalam aksi pemukulan terhadap pecalang I Nengah Wartawan.
Namun, anak tersangka yang berprofesi sebagai anggota kepolisian dipastikan tidak ikut serta dalam tindakan kekerasan tersebut.
Seperti yang telah diketahui, tiga pelaku yang kini telah diamankan oleh jajaran Polres Karangasem adalah ayah dan dua anak, yakni IGLAED (30), IGLR (56), dan IGNAAP (21).
Mereka diduga kuat melakukan pemukulan terhadap korban lantaran tersinggung dengan perkataan korban saat mengarahkan pamedek (umat) untuk keluar melalui jalur barat di area Bencingah Pura Besakih.
Terungkapnya profesi salah satu anak tersangka sebagai anggota kepolisian tentu menambah lapisan kompleksitas dalam kasus ini.
Meskipun dipastikan tidak terlibat dalam pemukulan, keberadaannya di lokasi kejadian saat insiden terjadi tetap menjadi sorotan.
Lantas, mengapa fakta ini baru terungkap sekarang? Apakah ada upaya untuk menutupi keterlibatan anggota kepolisian?
Bagaimana proses hukum akan berjalan dengan adanya anggota Polri dalam lingkaran keluarga tersangka?