SINGARAJA, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumumkan bahwa pemancar Turyapada kini telah mulai digunakan untuk menyiarkan siaran televisi digital di wilayah Bali bagian utara, khususnya di Kabupaten Buleleng yang mencakup Kecamatan Sawan, Buleleng, Kubutambahan, dan sebagian Tejakula. Warga di wilayah tersebut kini bisa menikmati siaran televisi dengan kualitas gambar dan suara yang jauh lebih jernih dibanding sebelumnya.
Pemancar yang berlokasi di Dusun Amertasari, Desa Pegayaman, Buleleng ini merupakan bagian dari proyek strategis Turyapada Tower yang dibangun untuk mendukung migrasi siaran televisi analog ke digital di Bali.
Dalam tahap pertama ini, sejumlah grup media besar telah bergabung dan mulai menggunakan pemancar Turyapada, di antaranya VIVA Grup (yang meliputi tvOne dan ANTV), MNC Grup (yang mencakup RCTI, MNC TV, iNews, dan Global TV), serta Trans Media (Trans TV dan Trans7). Selain itu, VTV dan Jagantara TV juga telah mulai menyiarkan konten mereka melalui pemancar ini.
Dari total sepuluh saluran televisi tersebut, sebagian besar sudah dapat ditangkap dengan baik di wilayah uji coba. Bahkan siaran digital dirasakan langsung dari wilayah Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana.
Melalui pertemuan virtual, Jumat (18/4), masyarakat melaporkan bahwa kualitas siaran yang diterima sangat bagus, baik dari segi visual maupun audio. Hal ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses siaran televisi berkualitas di daerah pegunungan dan pelosok Bali Utara.
“Tower ini pemancar sudah diuji coba dengan pengawasan dari KPID Bali. Buleleng dan Jembrana sudah diuji coba. Ini bonus buat Jembrana karena tujuannya untuk Buleleng, tapi ternyata sampai ke Jembrana siarannya,” ungkap Koster.
Baca Juga: Pemkab Buleleng Dukung Penuh Operasional Menara Turyapada, Siap Susun Perda Khusus Kawasan
VIVA Grup menjadi salah satu pionir yang mulai mengoperasikan siaran digital dari pemancar Turyapada, menunjukkan antusiasme industri media terhadap infrastruktur yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Ke depan, pemancar ini juga akan digunakan oleh grup media lainnya seperti Metro TV, TVRI, dan Nusantara TV, sehingga total sekitar 30 saluran televisi akan bersiaran menggunakan satu pemancar bersama.
Dengan sistem ini, setiap stasiun televisi tidak perlu lagi menyewa lahan secara terpisah dan membangun tower pemancar sendiri. Hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga estetika lingkungan dengan mengurangi jumlah tower pemancar yang selama ini berserakan dan merusak pemandangan alam.
“Tower-tower yang selama ini berdiri sembarangan agar dicabut, agar tidak jorok. Cukup satu, Turyapada saja,” tegas Gubernur Koster.
Dalam masa awal operasional ini, pemancar Turyapada akan diberikan masa uji coba gratis selama enam bulan kepada seluruh stasiun televisi yang ingin bergabung. Setelah masa uji coba selesai, akan diberlakukan sistem sewa dengan tarif yang diklaim tidak terlalu mahal. Pemerintah akan menghitung dan menetapkan tarif secara transparan dan adil bagi semua pihak.
Dengan hadirnya pemancar Turyapada, Bali semakin siap untuk menyongsong era digital yang ramah lingkungan, efisien, dan berkualitas. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya memperkuat layanan informasi dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh implementasi teknologi komunikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat nasional. ***
Editor : Dian Suryantini