BALIEXPRESS.ID – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat.
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pemprov Bali menggelar pasar murah yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Sabtu (19/4).
Berbagai kebutuhan pokok mulai dari sembako, buah-buahan lokal, daging olahan, hingga jajanan banten dijajakan dengan harga di bawah pasaran.
Baca Juga: Penari Jaranan Tewas Jadi Korban Tabrak Lari saat Pulang Menghibur Warga, Satu Temannya Luka Serius
Dari segi harga, produk para UMKM ini jauh lebih murah dari harga pasaran, karena didatangkan langsung dari para petani.
Bahkan, terdapat diskon jika para pengunjung bertransaksi dengan Qris BPD Bali.
Salah satunya beras 5 kg yang dijual Rp 70 ribu, pembeli cukup membayar dengan Qris BPD Bali Rp 65 ribu.
Baca Juga: Peristiwa Tragis saat Panen Jagung: Petir Menyambar Tiga Petani, Satu Tewas di Tempat
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, pasar murah di depan Kantor Gubernur Bali ini, digelar untuk meringankan beban masyarakat jelang Galungan dan Kuningan.
“Kami telah mengadakan pasar murah di Sanur minggu lalu, dan sekarang di depan Kantor Gubernur. Nanti tanggal 29 April 2025, jelang Kuningan kami juga akan kembali menggelar pasar murah,” katanya, Sabtu (19/4).
Pihaknya menambahkan, dalam Idul Fitri kemarin juga menggelar pasar murah.
Baca Juga: Geram Lantaran Golkar Bali Berhutang Rp244 Juta, Dewa Nida Ancam Lapor ke DPP
Pihaknya berharap, selain menstabilkan harga, juga mampu meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok jelang hari raya.
“Kenapa lebih murah? Karena kami mendatangkan langsung dari para petani. Tidak melalui pihak ketiga. Petani yang menjual langsung, jadi harga di tingkat petani dan disni sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dalam pasar murah ini, juga menerapkan Pergub No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai (PSP).
Baca Juga: Amien Rais Singgung Ijazah Oplosan, Sebut Jokowi Makin Terpojok Hingga Isyaratkan Bakal Ditangkap
Para pedagang menyediakan tas ramah lingkungan bagi para pembeli secara gratis.
Disamping itu, para pengunjung juga terus diingatkan untuk tidak menggunakan tas kresek, hingga tidak menggunakan air minum dalam kemasan di bawah satu liter.
Tampak juga para personel Satpol PP Bali berjaga, dan turut mengimbau masyarakat. Mereka yang kedapatan membawa tas kresek, segera diingatkan dan diganti menggunakan tas ramah lingkungan.(***)
Editor : Rika Riyanti