Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ratusan Siswa SMP di Buleleng Tak Bisa Baca, KPAD Bali: Harus Ada Assessment Lebih Dalam

Rika Riyanti • Senin, 21 April 2025 | 18:59 WIB

KENDALA: Ratusan siswa SMP di Buleleng tak bisa baca buku
KENDALA: Ratusan siswa SMP di Buleleng tak bisa baca buku

 

 

BALIEXPRESS.ID - Kasus ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng yang dilaporkan belum mampu membaca mendapat sorotan nasional.

Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPAD) Bali, Ni Luh Gede Yastini menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Kondisi ini memang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan kita karena angka yang diberitakan juga cukup tinggi, namun demikian kami berharap agar dilakukan assessment lebih dalam terkait kondisi ini,” kata Yastini, Senin (21/4).

Baca Juga: Tak Pakai Kamen, Aksi Sejumlah Pria Berseragam Dinas di Pura Besakih Jadi Sorotan

Ia menekankan pentingnya pendalaman lebih lanjut terhadap faktor-faktor penyebab ketidakmampuan membaca pada anak-anak.

Menurutnya, tanpa pemetaan masalah yang jelas, intervensi atau solusi yang diberikan bisa saja tidak tepat sasaran.

“Mengenai anak tidak bisa membaca, apa faktor penyebabnya yang harus lebih digali lagi dan dipastikan sehingga intervensi atau langkah penanganan/solusi bisa dilakukan tepat sasaran dan efektif,” ujarnya.

Baca Juga: KABAR DUKA! Ricky Siahaan Gitaris Band Seringai Tutup Usia Saat Tur di Jepang

Yastini menggarisbawahi bahwa ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam penanganan kasus tersebut.

Pertama, kondisi anak, termasuk kemampuan baca tulis dan hal-hal yang mungkin menjadi hambatan seperti faktor psikologis.

Kedua, lingkungan keluarga yang semestinya berperan besar dalam mendukung pembelajaran anak.

Baca Juga: Tinggi Kasus Narkoba, Desa Sidetapa Bersatu Perangi Narkoba, Ini yang Dilakukan

Ketiga, peran sekolah dalam memastikan akses pendidikan yang berkualitas bagi semua siswa.

“Dalam penanganan ini juga ada 3 aspek yang menurut kami harus diperhatikan,” katanya.

Pertama, kondisi anak. Sejauh mana kemampuan baca tulisnya termasuk kondisi yang menghambat anak, misalnya kondisi psikologis atau ada hal lain.

Baca Juga: Berulah Lagi! Pria Tak Berbaju Mengamuk di Pantai Bangsal Sanur Diduga Karena Hal Ini

Kedua, kondisi keluarga. Hal ini karena sangat penting sebagai bagian yang harus dapat mendukung anak dalam pembelajaran dan memberikan motivasi bagi anak.

Kemudian yang ketiga, yakni lingkungan sekolah.

“Bagaimana komitmen sekolah dalam memberikan perhatian kepada anak memberikan pendidikan berkualitas pada semua anak,” terangnya.

Baca Juga: Turyapada Tower Kokoh hingga 500 tahun, Gubernur Koster Siapkan Perda Robohkan Tower Berserakan

Diketahui, kondisi ini mencuat usai adanya laporan yang menyebutkan ratusan siswa di sejumlah SMP di Buleleng tidak dapat membaca secara lancar.

Dugaan sementara mengarah pada dampak pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 yang menyebabkan terkendalanya akses dan kualitas pendidikan di daerah.(***)

Editor : Rika Riyanti
#covid-19 #membaca #KPAD Bali #daring #buleleng