Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sambut Galungan, STT Sila Jaya Hadirkan Instalasi Seni dari Bahan Organik

I Dewa Gede Rastana • Senin, 21 April 2025 | 20:12 WIB
UNIK : STT Sila Jaya membuat instalasi unik sambut Hari Raya Galungan.
UNIK : STT Sila Jaya membuat instalasi unik sambut Hari Raya Galungan.

BALIEXPRESS.ID – Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Sekaa Teruna Teruni (STT) Sila Jaya, Banjar Adat Batununggul, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, menghadirkan sebuah instalasi seni unik dari bahan-bahan organik.

Instalasi tersebut dipajang di depan balai banjar sebagai bentuk persembahan kreatif dalam menyambut hari suci kemenangan Dharma melawan Adharma.

Instalasi seni ini terbuat dari uletan keranjang, daun pisang kering, daun kelapa, dan berbagai bahan ramah lingkungan lainnya. Selain menambah nuansa estetik dalam rangkaian acara Malam Bazar yang diselenggarakan, karya seni ini juga menyampaikan pesan moral dan sosial yang mendalam.

Seniman lokal I Dewa Gede Prastia, yang turut membimbing proses kreatif ini, mengatakan bahwa karya tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota STT Sila Jaya. Menurutnya, penggabungan antara musik dan seni rupa menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

"Instalasi ini berbentuk gapura sebagai simbol pembatas atau benteng diri dari derasnya arus informasi digital yang kerap membuat kita lupa akan jati diri," ungkap alumnus Seni Rupa UNHI Denpasar itu, saat ditemui di Balai Banjar Batununggul, Senin (21/4/2025).

Ia menegaskan bahwa digitalisasi memang membawa kemudahan, namun sisi gelapnya juga dapat mengganggu tatanan sosial serta mempengaruhi kesehatan mental. Oleh karena itu, menurutnya penting bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran dalam menyikapi kehidupan maya dan tetap membumi di kehidupan nyata.

"Melalui karya ini, kami ingin mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia maya. Seremonial keagamaan harus diiringi dengan tindakan nyata, karena kunci keharmonisan terletak pada manusia itu sendiri," jelas Dewa Prastia.

Ia berharap instalasi seni tersebut tidak hanya menjadi dekorasi semata, tetapi juga menjadi media refleksi agar masyarakat tetap eling dan waspada terhadap pengaruh negatif modernisasi. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#organik #unik #instalasi #nusa penida #stt