Viral di Bali: Pemilik Bengkel Logam Mulia Buka Suara Soal Tudingan Penggelapan Jeep Willys! Ini Klarifikasi Mengejutkannya!
I Wayan Ananda Mustika Putra• Selasa, 22 April 2025 | 13:14 WIB
I Ketut Arimbawa.
BALIEXPRESS.ID – Jagat maya di Bali mendadak riuh rendah! Sebuah unggahan di Facebook oleh pemilik akun Dwitra J. Ariana menuding I Ketut Arimbawa (54), pemilik Bengkel Logam Mulia yang berlokasi di Bali, melakukan penggelapan sebuah Jeep Willys miliknya.
Tak ingin bola liar isu ini terus bergulir, I Ketut Arimbawa akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi eksklusif pada Senin (21/4), langsung dari bengkelnya.
Alih-alih penggelapan mobil utuh, Arimbawa justru membeberkan fakta yang jauh berbeda.
Ia mengungkapkan bahwa permasalahan ini bermula sejak tahun 2015 dan bukan terkait satu unit mobil Jeep Willys, melainkan penitipan sejumlah komponen kendaraan oleh Dwitra.
"Awalnya itu penitipan part mobil. Tahun 2015, teman saya namanya Dwik (Dwitra), dia menitipkan barang katanya beli dari daerah Kupang. Saya terima, tapi waktu itu kondisinya sudah terpisah-pisah, bukan mobil utuh," jelas Arimbawa dengan nada tenang, memecah keheningan bengkelnya.
Lebih lanjut, Arimbawa merinci komponen-komponen yang dititipkan bertahun-tahun lalu, meliputi mesin, sasis, gearbox, dan beberapa bagian lainnya.
Namun, pengakuan mengejutkan terlontar dari mulutnya terkait kondisi awal spare part tersebut.
"Komponen mesin waktu itu saya terima, tapi saya belum tahu bagus atau tidak. Setelah dicek, ternyata mesinnya rusak, gearbox-nya juga ada yang tidak lengkap," ungkapnya, membuat siapapun yang mendengarnya terkejut.
Menanggapi viralnya unggahan Dwitra, Arimbawa merasa banyak informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
"Menurut saya, banyak yang tidak sesuai kenyataan. Kalau beli part, ya harus dicek dulu layak atau tidak. Saya ini hanya bengkel yang dititipi. Beberapa barang itu memang tidak bisa dipakai dan belum ada komunikasi lebih lanjut mau diapakan," tegasnya, menyiratkan kebingungan atas tuduhan yang dialamatkan padanya.
Rencana awal penitipan, menurut Arimbawa, adalah untuk merakit kembali komponen-komponen tersebut menjadi sebuah Jeep Willys yang utuh.
Namun, lantaran tak ada tindak lanjut dari Dwitra selama bertahun-tahun, spare part itu hanya terbengkalai di bengkelnya yang kondisinya diakuinya jauh dari ideal.
"Rencananya memang mau dirakit, tapi mungkin karena dia sibuk, barangnya jadi terbengkalai. Tempat saya juga bukan bengkel mewah, ya mungkin kena hujan atau rusak," tuturnya dengan nada sedikit menyayangkan.
Pria yang dikenal ramah di lingkungannya ini juga mengungkapkan minimnya komunikasi intens dengan Dwitra sejak tahun 2015.
Meskipun Dwitra sempat beberapa kali datang ke bengkelnya untuk keperluan servis kendaraan lain, komunikasi terkait spare part Jeep Willys tidak pernah terjalin secara mendalam.
"Tidak sering komunikasi. Tapi dia sempat datang, pernah saya bantu servis truknya sampai tengah malam karena katanya mau dipakai pagi," kenangnya.
Lantas, bagaimana dengan keberadaan komponen Jeep Willys saat ini? Jawaban Arimbawa kembali mengejutkan.
"Sekarang barangnya tidak ada. Karena sudah terlalu lama dan bengkelnya juga bukan tempat khusus penyimpanan. Barangnya tidak saya inventaris satu per satu. Apalagi dulu tidak ada perjanjian tertulis antara kami," ungkapnya, menyiratkan bahwa kondisi penyimpanan yang kurang memadai dan lamanya waktu penitipan menjadi faktor hilangnya komponen tersebut.
Menepis keras tudingan penggelapan dan kurangnya itikad baik, Arimbawa dengan tegas menyatakan tidak adanya transaksi pembayaran apa pun dari pihak Dwitra terkait spare part tersebut.
"Tidak ada pembayaran ke saya. Tapi saya niat bantu. Kalau mesinnya tidak layak, saya bisa bantu carikan yang lebih baik. Teman-teman saya banyak yang punya part Willys yang tidak dipakai," katanya dengan nada menawarkan solusi, menunjukkan niat baiknya.
Di akhir klarifikasinya, Arimbawa menyayangkan langkah Dwitra yang memilih jalur media sosial dibandingkan komunikasi langsung.
"Sebagai orang Bali, seharusnya bisa diselesaikan baik-baik. Saya sudah beritikad baik. Tapi orangnya sulit diajak komunikasi," pungkasnya, berharap permasalahan yang kini viral ini dapat segera diselesaikan dengan kepala dingin. ***