BALIEXPRESS.ID - Setelah perayaan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan, Bali kembali dihadapkan pada persoalan klasik: lonjakan volume sampah.
Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali memprediksi peningkatan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, yakni antara 20 hingga 30 persen.
Lonjakan ini terutama berasal dari dua wilayah padat, yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, dengan volume harian mencapai 900 hingga 1.100 ton.
Baca Juga: Dituding Arogan, Eksekusi Terpidana Nyepi Dibela Pasek Suardika: Itu Tugas Negara
Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH), I Made Rentin mengungkapkan secara umum volume sampah pasca Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan memberikan dampak terhadap meningkatkannya volume sampah yang masuk ke TPA Suwung berkisar antara 20-30 persen.
Dalam menangani sampah di TPA Regional Sarbagita (meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), DKLH Bali memastikan pelayanan berjalan optimal dengan melakukan pemantauan terhadap kesiapan sarana dan prasarana.
Hal ini mencakup kesiapan alat berat, truk pengangkut material untuk perbaikan jalan, serta truk tangki air yang digunakan untuk penyiraman di area pembuangan sebagai langkah antisipasi kebakaran.
“Selain itu, DKLH juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di lapangan,” katanya, Selasa (22/4).
Rentin menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan DLHK Kota Denpasar dan Kabupaten Badung guna mengoptimalkan pengangkutan sampah, mencegah penumpukan di jalan, dan memastikan sampah di TPS/TPS3R segera ditangani agar tidak menimbulkan bau menyengat.
Rentin menegaskan tidak ada penanganan khusus di TPA Suwung pasca Galungan dan Kuningan karena belum tersedia teknologi pengolahan ramah lingkungan.
Baca Juga: Siapakah Pengganti Paus Fransiskus? Nama Kardinal Italia Ini Mendadak Jadi Sorotan: Ini Sosoknya
Penanganan sampah menjadi tanggung jawab Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, dengan kewajiban melakukan pemilahan sejak dari sumber hingga ke TPS, TPS3R, dan PDU sebelum dibuang ke TPA.
“Kami berharap supaya pengawasan intensif yang dilakukan warga atau masyarakat dengan melakukan pemilahan sampah,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti