BALIEXPRESS.ID - Salah satu destinasi wisata di Karangasem, yakni Pura Lempuyang ditutup sementara karena ada Pujawali atau piodalan di tempat tersebut. Selama lima hari, terhitung sejak 23-27 April, wisatawan tidak diperbolehkan untuk masuk ke sana.
Bendesa Adat Purwayu I Nyoman Jati menjelaskan, penutupan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi umat Hindu yang datang melakukan persembahyangan tanpa terganggu oleh aktivitas wisata. Hal seperti ini sudah rutin dilaksanakan.
Menurutnya, selama lima hari tersebut, Ida Bhatara sudah berstana di Pura Lempuyang, sehingga suasana sakral perlu dijaga.
“Ini momen suci bagi umat. Kami ingin memastikan para pemedek bisa menjalankan persembahyangan dengan khusyuk tanpa keramaian wisatawan. Karena itu, kami memutuskan untuk menutup sementara kunjungan,” ujar Jati, Senin, (21/4).
Keputusan ini telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk agen perjalanan dan pemandu wisata. Informasi juga telah disebarkan kepada komunitas pariwisata agar tidak ada wisatawan yang datang di waktu yang tidak tepat. “Jika kunjungan wisatawan tetap dibuka saat Pujawali, takutnya mengganggu jalannya persembahyangan,” lanjutnya.
Persiapan Pujawali sudah matang. Mulai dari sarana upacara hingga area parkir khusus bagi pemedek.
Kendaraan roda dua diarahkan melalui jalur utara, sedangkan kendaraan roda empat akan diparkir di Terminal Kemuda.
Untuk memudahkan mobilitas, shuttle bus juga telah disiapkan. “Saya harap seluruh rangkaian Pujawali di Pura Lempuyang dapat berjalan dengan aman dan lancar,” harap Jati. (*)
Editor : Nyoman Suarna