Pemugaran Pewaregan suci ini dilakukan karena bangunan sebelumnya sudah tua dan berusia puluhan tahun.
Ketua Pantia Pembangunan, Ketut Suardita, M.Pd menjelaskan pembangunan Pewaregan Suci ini dilakukan setelah mendapat suntikan dana bantuan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama, Provinsi Bali sebesar Rp 32.500.000.
Mantan Pembimas Hindu, Kepulauan Riau (Kepri) ini memaparkan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pewaregan Suci ini jika ditotal mencapai Rp 75 juta rupiah.
Sedangkan, dana yang sudah terkumpulkan melalui dana punia krama di luar bantuan Kanwil Kemenag Provinsi Bali sekitar Rp 20 juta.
“Kami masih kurang dana sekitar Rp 22,5 juta rupiah. Tentu harapannya ada krama yang medana punia untuk membantu kelancaran dari sisi pembangunan ini,” kata Suardita ditemui seusai ngayah, Jumat siang.
Seperti diketahui, Pewaregan Suci ini berada di areal madya Mandala Pura Anyar. Kondisi bangunan dari Pewaregan Suci ini memang tergolong tua, karena dibangun sekitar tahun 1950-an.
Tidak mengherankan, krama terketuk hatinya untuk melakukan pemugaran.
Sebab, Pewaregan Suci ini kerap digunakan untuk menunjang proses pelaksanaan pujawali yang jatuh setiap Wraspati Wuku Prangbakat.
“Dapur Suci ini difungsikan untuk penyimpanan bahan keperluan dapur disaat ada Pujawali Ida Bhatara. Seperti beras, gula, kopi agar lebih aman dan representatif,” sebutnya.
Ia menambahkan, krama yang hendak medana punia bisa secara langsung berkomunikasi melalui dirinya ataupun melakukan transfer dana secara langsung.
“Kami berharap krama yang terketuk hatinya untuk ikut medana punia, baik berupa uang, maupun material bangunan,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika