Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Simulasi Gempa di SMAN  2 Bangli, PMI Bali Latih Respon Cepat dan Komunikasi Darurat

I Made Mertawan • Sabtu, 26 April 2025 | 20:42 WIB
PMI menggelar simulasi gempa di SMAN 2 Bangli, Sabtu (25/4/2025).
PMI menggelar simulasi gempa di SMAN 2 Bangli, Sabtu (25/4/2025).

BALIEXPRESS.ID- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali menggelar simulasi bencana gempa bumi di SMAN 2 Bangli pada Sabtu (26/4/2025).

Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2025.

Simulasi diawali dengan skenario gempa bermagnitudo 4,8 skala Richter yang berpusat 8 kilometer barat laut Karangasem.

Guncangan dirasakan hampir di seluruh wilayah Bali, termasuk di SMAN 2 Bangli, sehingga memicu kepanikan.

Dalam simulasi tersebut, seluruh warga sekolah melakukan tindakan down, cover, and hold untuk melindungi diri, lalu segera menuju titik kumpul setelah guncangan berhenti.

Selain itu, kegiatan juga mempraktikkan alur komunikasi antara pihak sekolah dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli dan PMI Kabupaten Bangli.

Simulasi pertolongan pertama oleh ambulans PMI turut diperagakan untuk melatih respons cepat dalam situasi darurat yang menimbulkan korban.

Ketua Bidang Diklat PMI Provinsi Bali I Nyoman Puasha Aryana mengatakan bahwa simulasi ini bertujuan mengajak seluruh masyarakat untuk siap siaga terhadap potensi bencana.

Selain itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap potensi bencana melalui implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, bukan hanya saat bencana terjadi.

"Untuk menghindari jatuhnya korban dalam bencana, yang paling penting adalah edukasinya. Oleh karena itu, di masa damai, kami selalu melakukan kegiatan simulasi dan edukasi. Simulasi ini kita anggap sebagai gladi, sehingga saat bencana benar-benar terjadi, kita tidak gelagapan," ujar Aryana.

PMI Bali berharap melalui kegiatan ini, kesadaran dan kesiapan masyarakat, khususnya pelajar, dalam menghadapi bencana dapat meningkat, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalkan.

“Kegiatan simulasi diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat, menerapkan mekanisme evakuasi yang aman dan efektif serta untuk mensosialisasikan prosedur tanggap darurat di sekolah," imbuhnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Bangli I Gede Kariawan mengapresiasi dipilihnya sekolah yang dipimpinnya menjadi lokasi simulasi.

Simulasi ini penting sebagai antisipasi jika bencana itu benar terjadi.

Melalui simulasi ini, para siswa maupun guru memahami apa yang harus dilakukan.

"Ketika terjadi bencana, sudah tahu apa yang harus dilakukan, siapa yang harus dihubungi," ujar kepala sekolah asal Desa Songan, Kintamani itu. (*)

Editor : I Made Mertawan
#SMAN 2 Bangli #gempa #simulasi #pmi