BALIEXPRESS.ID - Tiga unit ruko dan tiga kamar kos di Jalan Gatot Subroto VI, Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, ludes terbakar pada Minggu, 27 April 2025 dini hari.
Tiga ruko tersebut letaknya berdempetan, yaitu Warung Ayam Geprek milik Sukimah (58), butik milik Huyati (47), dan konter handphone milik I Gede Sukawan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa api diduga pertama kali muncul dari warung ayam geprek.
Awalnya, karyawan bernama Jayanti Sisilya, 40, sedang menerima orderan ayam geprek sekitar pukul 02.30 WITA.
"Warung tempat saksi bekerja buka 24 jam," tuturnya.
Perempuan itu pun menyalakan kompor untuk memasak orderan dari pelanggan tersebut. Kala itu, dia dibantu oleh suaminya Agus Munandar, 41.
Namun, tiba-tiba salah satu kompor meledak dan muncul kobaran api besar. Padahal, sebelumnya ia sama sekali tidak mencium aroma kebocoran dari gas.
Sehingga, Jayanti dan suaminya mencoba memadamkan api dengan kain lap basah.
Kendati demikian, si jago merah tetap menyala. Api malah membesar dan dengan cepat merambat ke areal lainnya.
Maka, saksi dan suaminya bergegas membangunkan Sukimah yang sedang tidur di kamar kos belakang warung.
Mereka juga membangunkan tetangga yaitu Huyati yang sedang tidur di Butik miliknya. "Melihat area yang terbakar semakin meluas, saksi Agus Munandar lantas menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Denpasar," tambahnya.
Sementara itu, penghuni salah satu kamar kos bernama Gede Superiadi, 21, menerangkan kepada polisi bahwa dirinya waktu itu sedang tidur di kamar kos. Lalu dirinya mendengar suara kegaduhan, hingga terbangun.
Baca Juga: Armada Damkar Nusa Penida Rusak, Pengadaan Baru Baru Bisa Tahun 2026
Saat keluar dari kamar, pemuda itu kaget mendapati api sudah mulai melalap area kos-kosan. Sehingga, Superiadi yang panik pun menyelamatkan diri dengan cara melompati pagar kos. "Secara pribadi saksi Superiadi mengalami kerugian Rp 40 juta," tandasnya.
Sebanyak tujuh unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Denpasar dari berbagai pos tiba di lokasi.
Api bisa mereka padamkan setelah kurang lebih satu jam berjibaku. Tiga unit ruko dan tiga kamar kos pun ludes beserta barang di dalamnya.
Baca Juga: Waspada DBD! Kasus di Gianyar Terus Meningkat, Dua Warga Meninggal di Tahun 2025
Nihil korban jiwa akibat insiden ini. Diduga penyebab musibah tersebut adalah kebocoran tabung gas. Adapun kerugian secara keseluruhan ditafsirkan mencapai Rp 500 juta alias setengah miliar rupiah. (*)
Editor : Nyoman Suarna