Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waduh! Enam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Terjadi di Jembrana: Diduga Akibat Pengaruh Film

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 28 April 2025 | 00:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID - Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Jembrana telah mencapai angka yang memprihatinkan dengan enam kasus tercatat hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan sejak awal tahun 2025.

Informasi ini terungkap pada Sabtu (26/4/2025), menambah keprihatinan masyarakat dan pihak berwenang terkait meningkatnya ancaman terhadap anak-anak di wilayah tersebut.

Menurut Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, dari enam kasus yang teridentifikasi antara Januari hingga Maret 2025, seluruh korban telah mendapatkan pendampingan khusus.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Tiga Ruko dan Kios di Gatsu Denpasar Hingga Alami Kerugian Setengah Miliar Rupiah: Bagaimana Nasib Penghuni yang Tertidur Pulas?

"Untuk tahun ini sampai dengan bulan Maret ada 6 kasus," ungkapnya.

Sri Utami menjelaskan bahwa kondisi para korban saat ini sudah mulai membaik dan tidak membutuhkan perhatian khusus.

Namun, pihak UPTD PPA Jembrana akan terus memastikan pemulihan mental para korban dengan melakukan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga: SMPN 6 Kintamani Gelar Turnamen Tenis Meja se-Bali, Ajang Asah Bakat Siswa SMP

"Kalau dari sisi korban, tentunya penjangkauan, pendampingan, termasuk reintegrasi sosial, salah satunya memastikan korban tidak putus pendidikan kalau dia masih bersekolah," ujarnya.

Dalam upaya menekan angka kasus kekerasan seksual, UPTD PPA Jembrana gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada remaja dengan mendatangi sekolah-sekolah.

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya kekerasan seksual dan cara mencegahnya.

Baca Juga: Kompor Ayam Geprek Meledak, Tiga Ruko dan Kios di Denpasar Terbakar: Penyebabnya Diduga Hal Sepele

Sri Utami menambahkan bahwa berbagai faktor seperti lingkungan, kurangnya pengawasan orang tua, serta pengaruh negatif dari media, termasuk film, berperan dalam meningkatnya kasus-kasus tersebut.

Namun, ada harapan karena korban mulai berani melaporkan kejadian yang mereka alami. "Iya, karena pergaulan dan pengaruh film-film," pungkasnya.

Upaya pencegahan dan edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Jembrana, serta membangun lingkungan yang lebih aman bagi masa depan generasi muda. (*)

Baca Juga: Waspada DBD! Kasus di Gianyar Terus Meningkat, Dua Warga Meninggal di Tahun 2025

Editor : Nyoman Suarna
#anak #seksual #film #kekerasan #pergaulan #Pengaruh #jembrana