BALIEXPRESS.ID - Anggota Komisi III DPRD Gianyar, I Wayan Wiartha, menyoroti kasus demam berdarah dengue (DBD) yang kembali menelan korban jiwa di wilayah Gianyar.
Ia menyayangkan adanya warga yang harus meninggal dunia akibat penyakit tersebut, khususnya di Banjar Seseh, Desa Singapadu.
“Baru-baru ini ada warga yang meninggal dunia karena DBD di Banjar Seseh. Bahkan, sekitar tujuh tahun lalu di kawasan itu juga pernah terjadi kasus serupa,” ungkap Wiartha, Minggu (27/4/2025).
Melihat kejadian berulang tersebut, Wiartha menilai perlu adanya penanganan yang lebih serius dari instansi terkait. Ia menilai, meskipun upaya fogging sudah dilakukan secara rutin, metode tersebut belum efektif dalam memberantas nyamuk penyebab DBD.
“Fogging sudah sering dilakukan, tapi masalah tetap ada. Katanya nyamuknya membandel. Jadi, kedepan harus ada langkah yang lebih serius dan komprehensif,” tegasnya.
Menurut Wiartha, program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus lebih digiatkan. Ia mengingatkan pentingnya peran kader jumantik di masyarakat untuk secara rutin melakukan pengecekan dan edukasi kepada warga.
“Kadang tempat nyamuk bertelur itu justru di lokasi yang bersih dan tidak terduga. Jadi, bukan karena daerah kumuh. Ini yang perlu terus disosialisasikan,” tambahnya.
Saat ini, menurutnya, ada pula warga lain yang terjangkit DBD di Desa Singapadu, namun kondisinya masih dalam pemantauan dan diharapkan tidak mengalami komplikasi berat.
Wiartha juga mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan lebih intensif di lapangan.
“Kita ingin ada langkah terbaik supaya tidak ada lagi korban jiwa akibat DBD di Gianyar,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana