Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Bali Capai Ribuan, Tabanan Tertinggi, Jembrana Terendah

Rika Riyanti • Rabu, 30 April 2025 | 23:33 WIB

KADISKES : Kadis Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom meminta masyarakat jangan panik bila digigit anjing.
KADISKES : Kadis Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom meminta masyarakat jangan panik bila digigit anjing.

 

 

BALIEXPRESS.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat jumlah penderita gangguan jiwa di seluruh kabupaten/kota di Bali berdasarkan data aplikasi Simkeswa tahun 2024 mencapai 1.884 orang.

Kabupaten Tabanan menempati posisi tertinggi dengan jumlah 705 penderita, disusul Kabupaten Buleleng sebanyak 356 penderita dan Kota Denpasar 353 penderita.

Jenis gangguan jiwa yang paling banyak diderita adalah skizofrenia, yang mendominasi di seluruh kabupaten/kota.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Kepala SMKN 1 Klungkung Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Komite dan PIP

Gangguan lain seperti depresi, gangguan cemas, serta campuran cemas dan depresi juga muncul, namun jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan skizofrenia.

Dari segi jenis kelamin, laki-laki lebih banyak mengalami skizofrenia dibandingkan perempuan di hampir semua wilayah.

Rinciannya yakni Kabupaten Tabanan mencatat jumlah penderita terbanyak dengan 705 kasus, didominasi skizofrenia (354 laki-laki dan 262 perempuan), serta terdapat gangguan depresi, cemas, dan psikotik akut.

Baca Juga: Kolaborasi Edukatif, Astra Motor Gandeng Duta SR SMAN Bali Mandara Kenalkan #Cari_Aman di SMKN 3 Kintamani

Kabupaten Badung menempati posisi kedua dengan 356 penderita, 285 di antaranya mengidap skizofrenia.

Kota Denpasar mencatat 353 penderita, mayoritas skizofrenia (163 laki-laki dan 152 perempuan).

Kabupaten Klungkung memiliki 182 penderita, hampir seluruhnya skizofrenia.

Baca Juga: Rektor Unud ‘Pecat’ Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual Berbasis AI

Kabupaten Karangasem terdapat 94 penderita, dengan skizofrenia mendominasi.

Kabupaten Gianyar memiliki 61 penderita, terbanyak skizofrenia.

Kabupaten Bangli mencatat 56 penderita, juga dominan skizofrenia.

Baca Juga: Keuangan dan Operasional Perbankan Tunjukkan Kinerja Positif Kuartal I 2025

Kabupaten Badung terdapat 58 penderita, didominasi skizofrenia serta sedikit kasus depresi.

Kabupaten Jembrana menjadi wilayah dengan jumlah penderita paling rendah, yakni 19 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan upaya pemantauan dan penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) melalui aplikasi Simkeswa yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Bupati Satria Tegaskan Komitmen Deteksi Dini Cegah Penyakit dan Kawasan Tanpa Rokok di Klungkung

Ia menyebut bahwa prevalensi ODGJ di Bali berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 masih tergolong rendah jika dibandingkan secara nasional.

“Di Provinsi Bali berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi ODGJ 1,4 permil sedangkan secara nasional 4,0 permil, jauh lebih rendah dari data nasional,” ujar dr. Anom, Rabu (30/4).

Ia menjelaskan, gangguan jiwa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

Baca Juga: Gudang Keben di Dalung Ludes Terbakar, Pelangkiran Tak Tersentuh Api Jadi Sorotan

“Faktor-faktor penyebab ODGJ seperti stres dan trauma berat akibat kematian orang yang dicintai, kondisi kesehatan mental lainnya seperti gangguan bipolar, faktor genetik dan lingkungan, penggunaan obat-obatan medis dan zat terlarang, gangguan perkembangan otak selama kehamilan, serta masalah dengan senyawa kimia seperti dopamine dan serotonin di otak,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus mengupayakan deteksi dini serta pengobatan dan pemantauan rutin terhadap para ODGJ di seluruh wilayah Bali dengan melibatkan puskesmas dan rumah sakit jiwa.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mendukung kesehatan jiwa masyarakat.(***)

Editor : Rika Riyanti
#gangguan jiwa #odgj #bali #tabanan