Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Raibnya Daun Gamelan di Kutuh, Bali: Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga

I Gede Paramasutha • Jumat, 2 Mei 2025 | 00:00 WIB

Polisi selidiki kasus daun gamelan yang raib digondol maling dari Wantilan Rangdu Kriya Mandala Kutuh.
Polisi selidiki kasus daun gamelan yang raib digondol maling dari Wantilan Rangdu Kriya Mandala Kutuh.

BALIEXPRESS.ID - Jagat maya Bali digemparkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan kejanggalan di Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Bukan bangunan yang hilang, melainkan bagian penting dari sebuah alat musik sakral: daun gamelan!

Peristiwa aneh ini pertama kali terendus pada Sabtu, 26 April 2025, dan kini memicu penyelidikan mendalam dari Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Selatan.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Baca Juga: Janji Manis Pegawai Pemkot Gadungan Berujung Tagihan Pinjol! Belasan UMKM Jadi Korban Penipuan Rp 200 Juta

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi pun membeberkan kronologi hilangnya melodi yang membingungkan ini.

Sabtu, 26 April 2025, Sekitar Pukul 16.00 WITA

Kisah misterius ini bermula dari seorang anak kecil berinisial PRGAS (12) yang sedang berada di wantilan.

Mata polosnya menangkap pemandangan ganjil: daun-daun gamelan, sumber alunan musik sakral, sudah tak lagi berada di tempatnya.

Namun, benih kecurigaan belum tumbuh saat itu.

"Saksi anak tersebut mengira bahwa gamelan sedang diservis," ungkap AKP Sukadi, Kamis (1/5/2025), seolah mencoba merasionalisasi keanehan tersebut.

Baca Juga: Cinta Ditolak, Maut Menjemput! Wanita Dicor di Kandang Itik, Motifnya Bikin Ngeri!

Selasa, 29 April 2025, Sekitar Pukul 21.15 WITA

Tiga hari berlalu tanpa ada kejelasan. Hingga kemudian, seorang pemuda bernama Kadek Gio Sastrawan (20) yang juga berada di wantilan kembali mendapati pemandangan serupa.

Kejanggalan ini mulai mengusik benaknya. Ia pun berinisiatif untuk mengkonfirmasi hal ini kepada para Prajuru (pemimpin adat setempat).

Malam yang Mengungkap Misteri

Saat itulah, fakta yang sebenarnya terungkap. Bukan servis, bukan pula dipindahkan sementara, melainkan dicuri!

Alat musik tradisional Bali yang seharusnya memeriahkan upacara dan ritual adat itu ternyata telah menjadi korban aksi tak bertanggung jawab.

"Dari hasil penghitungan, total 11 daun gamelan yang raib," tambah AKP Sukadi, menyiratkan betapa berharganya aset yang hilang ini.

Baca Juga: Aksi Nekat di Dini Hari Berujung Timah Panas! Dua Pemuda Asal Sumba Dibekuk Usai Gasak Motor di Bali

Reaksi Desa dan Langkah Kepolisian

Meskipun kehilangan aset berharga, Perbekel Desa Kutuh, Wayan Mudana, memilih jalur koordinasi internal terlebih dahulu.

Pihak Desa Kutuh berencana untuk berkoordinasi dengan Jero Bendesa Adat terkait hilangnya daun gamelan yang merupakan aset Desa Adat dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Namun, pihak kepolisian tak tinggal diam. Video viral yang beredar di jagat maya menjadi perhatian serius.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Selatan kini tengah bergerak cepat untuk menyelidiki jejak pelaku di balik raibnya melodi gamelan ini.

Motif pelaku, cara mereka melancarkan aksinya, dan ke mana perginya 11 daun gamelan itu masih menjadi teka-teki yang mengundang rasa penasaran. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pencurian #Kabupaten Badung #daun gamelan #desa kutuh