BALIEXPRESS.ID-Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menunjukkan keberadaan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di Bali.
Kejadian ini memicu reaksi beragam dari masyarakat, terutama di media sosial, yang mempertanyakan kehadiran ormas tersebut di Pulau Dewata.
Baca Juga: Lokakarya Nasional 2025, Adinkes Dorong Inovasi dan Pemanfaatan Dana Desa untuk Penuntasan Stunting
Salah satu unggahan yang menjadi viral adalah sebuah video dari akun Instagram @denpasarcerita yang memperlihatkan sejumlah pria mengenakan seragam lengkap dengan baret merah, mengaku sebagai anggota GRIB Jaya DPC Kabupaten Tabanan.
Dalam video itu, mereka memberikan ucapan selamat terkait peringatan 20 April 2025, sambil menyerukan yel-yel “GRIB Jaya… jaya… jaya!”
Selain itu, beredar pula foto pelantikan Ketua DPD GRIB Bali, Yosef Nahak, yang semakin menguatkan kabar bahwa GRIB telah resmi membentuk kepengurusan di provinsi Bali.
Baca Juga: Sarana Bawang Merah Wajib dalam Segehan Manca Warna, Berbahan Amis Disukai Bhuta Kala
Namun, keberadaan ormas ini memicu gelombang penolakan dari sebagian besar masyarakat Bali.
Warganet menduga para anggota dalam video tersebut bukan berasal dari Bali.
Sejumlah komentar bernada kritis dan penolakan bermunculan di kolom komentar berbagai unggahan.
“Kami warga Bali gak butuh kalian,” tulis akun @sony_calliber185.
“Kok sing ade nyame Bali asane niki? Padahal tiang ling Tabanan,” tulis akun @quickdmc, mempertanyakan keaslian asal anggota GRIB yang mengaku dari Tabanan.
Baca Juga: Puluhan Tahun Komitmen untuk Olahraga Panjat Tebing Indonesia EIGER Dukung Penuh IFSC World Cup Bali 2025
“Semoga pecalang Bali melihat ini, saget ket be di Tabanan, aluh-aluh san ngae ormas di Bali,” imbuh akun @megantara05_, berharap pihak adat turut menyikapi situasi ini.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak GRIB maupun pemerintah daerah Bali terkait keberadaan dan legalitas kegiatan ormas tersebut di wilayah Bali.
Polemik ini pun menambah deretan perdebatan tentang keberadaan ormas luar di wilayah yang memiliki struktur adat yang kuat seperti Bali.
Editor : Wiwin Meliana