Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GRIB Bali Tuai Penolakan, Ketua DPD GRIB JAYA Bali Beri Klarifikasi; Siap Bekerjasama Bangun Bali

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:28 WIB

Ketua DPD GRIB JAYA Bali, Yosef Nahak, S.H
Ketua DPD GRIB JAYA Bali, Yosef Nahak, S.H

BALIEXPRESS.ID-Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya foto dan video aktivitas organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di wilayah Bali.

Kemunculan ormas GRIB menuai reaksi keras dari publik, terutama warganet yang mempertanyakan keberadaannya di tengah kuatnya sistem keamanan adat Bali.

Baca Juga: Hadiri HUT ke-21 Baladika Bali, Begini Pesan Wagub Giri Prasta Untuk Jaga Keamanan Bali

Sistem keamanan adat Bali, yang dijaga oleh pecalang, dinilai sudah efektif dan tidak membutuhkan intervensi ormas luar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD GRIB JAYA Bali, Yosef Nahak, S.H., akhirnya angkat bicara.

Dalam video singkat yang dipublikasikan oleh akun @denpasarcerita pada Senin, 5 Mei 2025, Yosef memberikan klarifikasinya.

Saat ditanya mengenai tantangan GRIB setelah menjadi perbincangan publik, Yosef menyampaikan rasa terima kasih setelah terpilih menjadi ketua DPD GRIB JAYA Bali.

“Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih atas amanat kepada saya sebagai ketua DPD GRIB JAYA Bali…,” ujarnya dikutip Selasa, 6 Mei 2025.

Dalam video tersebut, Yosef menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk membangun keamanan dan kesejahteraan masyarakat Bali melalui koordinasi dengan seluruh elemen lokal.

Baca Juga: Perseden Denpasar Lolos ke 16 Besar Liga 4 Indonesia, Giri Prasta Beri Bonus Rp 50 Juta

“Dalam kesempatan ini kami akan berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di Provinsi Bali untuk membangun tentunya yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan di Provinsi Bali.” Ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa GRIB akan mengambil peran aktif dalam memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.

Yosef juga menyatakan akan bekerja sama dengan Himpunan Advokat Muda Indonesia untuk menjalankan misi penyuluhan hukum tersebut.

“Dan khususnya juga terkait dengan hukum, kami akan bersama-sama dengan Himpunan Advokat Muda Indonesia untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat,” ujarnya, dikutip pada akun @denpasarcerita Selasa, 6 Mei 2025.

Namun demikian, pernyataan Yosef tidak serta-merta menenangkan publik, terutama warganet yang tetap menyuarakan penolakan.

“Jangan terpengaruh tetap pecalang yang menjaga keamanan dan kedamaian di pulau Bali, pecalang maju terus,” tulis akun @nt2once2023_yoobeepbeep.

“Yang perlu penyuluhan hukum itu GRIB-nya, bukan Bali… pengabihnya pecalang,” komentar akun @tiyinggading1305.

“Bali tidak membutuhkan kekuatan luar yang bisa menggeser nilai-nilai luhur… Pecalang sudah cukup,” tulis akun @they_16.

Baca Juga: RS Giri Asih dan RS Suwiti di Badung Belum Beroperasi, Ternyata Ini Penyebabnya!

“Sing perlu, berkoordinasi mulih-mulih… dini be ade Pecalang, TNI n Polri to be cukup,” ujar akun @febonejazz.

“Ga perlu pak, silakan balik kanan, suksme, kita sudah punya pecalang,” tulis akun @ngrhsaka.

Sumber kutipan dari akun Instagram @denpasarcerita menjelaskan bahwa penolakan ini menunjukkan bahwa masyarakat Bali tetap teguh menjaga kearifan lokal dan mempertahankan keberadaan pecalang sebagai penjaga adat dan keamanan utama.

Editor : Wiwin Meliana
#bali #GRIB #klarifikasi #penolakan