BALIEXPRESS.ID - Sebuah teka-teki kematian tragis mengguncang Kabupaten Magelang. Jenazah JS (39), seorang pedagang durian asal Desa Bawang, Pakis, ditemukan mengenaskan di pinggir Jalan Magelang-Kopeng, Tegalrejo, pada Kamis (1/5/2025).
Awalnya, insiden ini diduga sebagai kecelakaan tunggal biasa.
Namun, fakta mengerikan yang terungkap kemudian memaksa polisi mengambil langkah ekstrem: membongkar makam korban!
Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Berencana! Korban Ketiga Akibat Pembacokan Akhirnya Tewas Usai Enam Hari Dirawat
Kejanggalan Luka dan Langkah Tak Lazim Kepolisian
Hasil visum awal jenazah JS memicu kecurigaan mendalam.
Luka-luka yang ditemukan di tubuh korban jauh dari kesan kecelakaan tunggal.
"Kami temukan indikasi kekerasan. Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian," tegas Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, mengindikasikan adanya kejahatan di balik kematian tragis ini.
Terkuak! Tiga Pengeroyok Diciduk, Dalang Lain Masih Misterius
Setelah penyelidikan intensif dan olah TKP yang cermat, tabir misteri ini mulai tersibak.
Baca Juga: Ridwan Kamil Dicecar 30 Pertanyaan Polisi, Tes DNA Jadi Kunci? Lisa Mariana Siap Hadapi Penjara!
Tiga pelaku pengeroyokan berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka adalah SBA alias Tibeng (26), MA alias Ipin (27), dan CA alias Trimo (26), yang ternyata berprofesi sama dengan korban, yakni pedagang.
"Ketiganya merupakan bagian dari kelompok kedua yang mengeroyok korban. Masih ada kelompok pertama yang kini dalam pengejaran," ungkap Kasat Reskrim Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah, menambah lapisan misteri dalam kasus ini.
Dendam dan Sakit Hati di Balik Kekerasan Brutal?
Motif sementara yang terungkap cukup mengejutkan: dendam dan sakit hati.
Diduga kuat, JS kerap kali membuat resah sesama pedagang akibat perilakunya yang sering mabuk.
Namun, alasan ini tentu tak dapat membenarkan tindakan kekerasan brutal yang merenggut nyawanya.
Fakta Mencengangkan: Korban Dikeroyok Dua Kali oleh Kelompok Berbeda!
Sebuah fakta yang lebih mencengangkan terungkap dalam penyelidikan.
JS ternyata menjadi korban pengeroyokan sebanyak dua kali oleh dua kelompok yang berbeda!
Baca Juga: Ridwan Kamil Dicecar 30 Pertanyaan Polisi, Tes DNA Jadi Kunci? Lisa Mariana Siap Hadapi Penjara!
Insiden pertama terjadi pada malam sebelum kematiannya, di area terminal Tegalrejo.
Ajaibnya, meski sempat diserang, korban masih terlihat mengendarai sepeda motornya seorang diri sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa keesokan harinya.
Benarkah Kecelakaan Tunggal Hanya Alibi? Polisi Bergerak Hati-Hati
"Penyelidikan dilakukan secara saintifik. Kami belum bisa simpulkan apakah kematian murni akibat laka atau kekerasan. Semua bukti sedang kami dalami," tegas Kombes Pol Herbin, menunjukkan kehati-hatian pihak kepolisian dalam mengungkap kebenaran.
Apakah kecelakaan tunggal yang ditemukan hanyalah rekayasa untuk menutupi aksi keji para pelaku?
Kini, tiga tersangka telah mendekam di balik jeruji besi, sementara perburuan terhadap kelompok pertama terus dilakukan.
Kasus kematian JS menjadi pengingat yang mengerikan betapa dendam dan amarah yang tak terkendali dapat memicu tragedi berdarah yang tak terduga. ***
Editor : I Putu Suyatra