SINGARAJA, BALI EXPRESS — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 secara resmi dimulai di Kabupaten Buleleng, Selasa (6/5), dengan penekanan pada sinergi pembangunan infrastruktur desa dan perlindungan produk unggulan lokal.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, yang sekaligus menandai dimulainya kerja sama antara Kodim 1609/Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memajukan Desa Depeha sebagai lokasi utama pelaksanaan.
Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD yang kali ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga memberi perhatian khusus terhadap potensi unggulan daerah. Ia menyoroti pentingnya perlindungan indikasi geografis terhadap Mangga Depeha, buah lokal yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
“Mangga Depeha adalah kekayaan Buleleng yang perlu dijaga identitasnya. Jangan sampai tercatat ganda atau bahkan diklaim oleh daerah lain. Kita harus pastikan bahwa Mangga Depeha tetap menjadi ikon pertanian Buleleng, bahkan Bali,” tegasnya.
Bupati Sutjidra juga berencana akan mengupayakan sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk mangga Depaha jenis Arum Manis. IG itu dimaksudkan agar mangga Depeha tidak diakui oleh daerah lain, seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya.
“Ketika mangga kita sudah keluar Buleleng, sering berubah nama. Bisa dilabeling oleh daerah itu. Alhasil, mangga kita ketika sampai di konsumen luar, bukan lagi mangga depeha. Tapi dengan merek lain,” ujarnya.
Baca Juga: TMMD di Buleleng Akan Sasar Desa Depeha, Gaungkan Kembali Kejayaan Mangga Depeha
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan mangga lokal ini, TMMD juga menyertakan kegiatan penanaman bibit pohon mangga. Hal ini diharapkan mampu menjaga kontinuitas produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis pertanian.
“Desa Depeha pernah meraih juara satu nasional dalam produksi mangga. Potensi ini tidak boleh dibiarkan meredup. Justru harus kita jaga dan dorong bersama,” tambah Sutjidra.
Sejalan dengan itu, Komandan Resor Militer (Danrem) 163/Wirasatya, Brigjen TNI Ida Bagus Agung Hadi Saputra, menyatakan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang mendukung distribusi hasil pertanian. Salah satu proyek utama dalam TMMD kali ini adalah pembangunan jalan desa sepanjang 1.255 meter.
“Infrastruktur memegang peranan vital dalam rantai distribusi hasil panen, termasuk mangga. Dengan jalan yang memadai, aktivitas ekonomi warga akan lebih lancar dan sentra produksi bisa berkembang lebih pesat,” ujarnya.
TMMD ke-124 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, dari 6 Mei hingga 4 Juni 2025. Program ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan Desa Depeha secara berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun ketahanan komoditas unggulan lokal. ***
Editor : Dian Suryantini