BALIEXPRESS.ID-Jagat media sosial belakangan ini digemparkan dengan beredarnya foto dan video yang memperlihatkan aktivitas organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di wilayah Bali.
Kehadiran ormas tersebut langsung memicu gelombang reaksi publik, terutama dari kalangan warganet yang mempertanyakan alasan dan urgensi keberadaan GRIB di Pulau Dewata.
Baca Juga: Pasar Tempek Taman Sari Tabanan Akan Direvitalisasi, Usung Konsep Kapal Pinisi
Mayoritas warganet menilai bahwa Bali sudah memiliki sistem keamanan adat yang kokoh, terstruktur, dan telah berlangsung secara turun-temurun.
Peran pecalang dianggap sudah lebih dari cukup dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Gelombang penolakan terhadap GRIB tidak hanya datang dari warganet, tetapi juga disuarakan oleh tokoh-tokoh publik di Bali.
Sejumlah nama seperti Senator Niluh Djelantik dan Manggala Madya Pasikian Pacalang Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung, Yudhi Pasek Kusuma, menyuarakan sikap serupa.
Baca Juga: Video Dugaan Wali Kota Tual Sawer Biduan Viral, Gubernur Maluku Langsung Telepon, Begini Katanya
Baru-baru ini, sikap penolakan tersebut juga datang dari akar rumput, yaitu pecalang dari Desa Adat Kesiman, Denpasar.
Dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @infodenpasarterkini.id pada Selasa, 6 Mei 2025, terlihat sekelompok pacalang Desa Adat Kesiman turut menyuarakan sikap tegas mereka.
“Kami pacalang Desa Adat Kesiman menolak keras ormas luar masuk Bali,” seru para pecalang dalam video tersebut, dikutip pada Rabu, 7 Mei 2025.
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat Bali dan pengguna media sosial secara umum.
Dalam waktu singkat, video itu disukai oleh lebih dari 2 ribu akun.
Kolom komentar unggahan itu juga dipenuhi oleh dukungan masyarakat yang menyatakan setuju dengan penolakan terhadap ormas luar, khususnya GRIB.
“Menyala pecalang! Jangan sampai ormas berdiri di Bali,” tulis akun @desurambuanarki.
“Tanpa ormas juga, Bali sudah aman di tangan pecalang.” Tulis akun akun @domprestige_.
“Ayo Bali bangkit…!!! Saatnya kita nindihin Gumi Baline.” Tulis akun @iketutarimbawa1974.
“Setuju… Cukup pecalang menjaga Bali,” tulis akun @wisnuwidhiastra.
“Tetap jaga tradisi pecalang. Jangan sampai ada yang mengganggu,” tulis akun @sy_pikir_sy_kemo.
sumber kutipan dari akun @infodenpasarterkini.id mempertegas bahwa masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi otonomi dan kedaulatan adat sebagai bagian dari identitas serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Respons publik terhadap isu ini mencerminkan kuatnya solidaritas adat dan kepercayaan penuh terhadap peran pecalang sebagai penjaga utama harmoni di Pulau Dewata.
Editor : Wiwin Meliana