Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Aksi Blogger Rekam Jembatan Jebol di Bali Ditambal Sabut Kelapa: Begini Penjelasan Perbekel

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:21 WIB

Kondisi jembatan penghubung 2 desa dan 3 kecamatan di Desa Gadungsari, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang jebol sejak awal tahun 2024.
Kondisi jembatan penghubung 2 desa dan 3 kecamatan di Desa Gadungsari, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang jebol sejak awal tahun 2024.

BALIEXPRESS.ID - Jagat media sosial beberapa hari terakhir dihebohkan dengan aksi seorang blogger yang melakukan test ride sepeda motor di medan ekstrem Kabupaten Tabanan, Bali.

Namun, bukan ketangguhan motor yang menjadi sorotan, melainkan kondisi mengerikan sebuah jembatan yang dilaluinya!

Akun Instagram @DK6060Bro tanpa sengaja merekam pemandangan yang membuat geleng-geleng kepala: sebuah jembatan di Desa Gadungsari, Kecamatan Selemadeg Timur, yang jebol menganga dan hanya ditutupi oleh tumpukan sabut kelapa!

Baca Juga: Viral Pesta Kelulusan Salah Satu SMK di Buleleng Undang DJ, AWK: Tunggu Saya Sidak

Video yang viral itu sontak memicu rasa penasaran dan kekhawatiran warganet.

Usut punya usut, Perbekel Desa Gadungsari, I Wayan Sindreg, membenarkan kondisi mengenaskan jembatan penghubung dua desa dan tiga kecamatan ini.

Mirisnya, jembatan yang dibangun sejak era kepemimpinan mantan Bupati Nyoman Adi Wiryatama ini sudah jebol sejak tahun 2024 dan belum tersentuh perbaikan hingga kini!

"Jembatan sepanjang 12 meter ini sangat vital karena menghubungkan Desa Gadungsari dan Desa Pesagi, serta tiga kecamatan sekaligus: Selemadeg Timur, Penebel, dan Kerambitan. Jembatan ini berada di atas Sungai Tukad Yeh Ngigih," jelas Perbekel Sindreg saat ditemui pada Rabu (7/5).

Upaya swadaya warga untuk mengurug jembatan dengan tanah dan batu sempat muncul, namun urung dilakukan karena ancaman banjir bandang Tukad Yeh Ngigih yang kerap terjadi saat musim hujan.

Baca Juga: Bali Kian Dilirik Investor Global, OXO Kenalkan Hunian Berbasis Kesehatan Muncul Jadi Tren Baru

Kekhawatiran akan longsor dan dampak buruk lainnya membuat warga mengambil solusi unik namun berbahaya: menutupi lubang jembatan dengan sabut kelapa!

"Kebetulan ada pengusaha kelapa di desa yang rutin menyumbang serabut kelapa untuk menutupi sisi yang jebol," lanjutnya, menggambarkan kondisi darurat yang dihadapi warga.

Kondisi jembatan yang memprihatinkan ini tak hanya mengancam keselamatan pengendara, namun juga melumpuhkan roda perekonomian warga.

Distribusi hasil bumi seperti kelapa dan gabah terhambat karena para pengangkut enggan melintasi jembatan maut tersebut.

"Karena takut berisiko, masyarakat kami seringkali harus memutar jauh jika ingin membawa hasil bumi ke pasar atau tempat lain. Terutama kendaraan roda empat dari Penebel atau Kerambitan yang mengangkut hasil panen, mereka sangat khawatir melewati jembatan ini," papar Perbekel Sindreg dengan nada prihatin.

Pihak desa bukannya tanpa tindakan. Laporan ke Dinas PUPR Kabupaten Tabanan telah dilayangkan sejak awal kejadian.

Petugas bahkan sudah meninjau lokasi. Namun, harapan warga untuk perbaikan cepat harus pupus.

"Katanya baru bisa diperbaiki di anggaran perubahan tahun 2025 ini. Saya sangat berharap perbaikan segera dilakukan karena ini sifatnya emergency agar perputaran ekonomi warga tidak terus terganggu," tegasnya. ***

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Mobil Tabrak Sejumlah Kendaraan di Teuku Umar: Aksi Kejar-kejaran Dramatis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kabupaten tabanan #sabut kelapa #jembatan jebol