Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Luka Sayat pada Leher, Buruh Proyek Tewas di Semak-Semak Kuta, Diduga ini Penyebabnya

I Gede Paramasutha • Kamis, 8 Mei 2025 | 19:18 WIB
Kapolsek Kuta AKP Agus Riwayanto Diputra mengecek langsung semak-semak lahan kosong yang menjadi saksi bisu kematian MM. (Bali Express/Istimewa)
Kapolsek Kuta AKP Agus Riwayanto Diputra mengecek langsung semak-semak lahan kosong yang menjadi saksi bisu kematian MM. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Warga di Jalan Pararaton Raya, Kuta, Badung, dibuat geger oleh adanya mayat seorang buruh proyek berinisial MM, 33, pada Rabu, 7 Mei 2025, siang. Pria itu tepatnya ditemukan tewas di semak-semak sebuah lahan kosong.

Anehnya, terdapat luka sayat pada leher dan pergelangan tangan kiri buruh proyek yang tewas di Kuta tersebut.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, MM pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial AB, sekitar pukul 12.00 WITA.

Awalnya, saksi hendak buang air kecil di lahan kosong. Tetapi saat menengok ke belakang, ia melihat ada seorang laki-laki (korban) pada semak-semak.

"Posisi korban telungkup menggunakan kaos warna hitam, serta sarung warna hijau," tuturnya, Kamis 8 Mei 2025.

Lalu, saksi memanggil lelaki tersebut dengan sebutan "Pak" sebanyak tiga kali. Hanya saja AB tak mendapatkan respon apapun.

Sehingga, dirinya memutuskan keluar menuju ke jalan untuk memanggil saksi TP untuk mengecek bersama.

Mereka mencoba memanggil korban lagi, tapi kembali tak mendapatkan jawaban. Karena tak berani menyentuh, maka para saksi memanggil warga sekitar agar melaporkan hal ini ke polisi.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Kuta dan Inafis Polresta Denpasar tiba guna proses penyelidikan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah, terdapat luka sayat pada bagian leher, terdapat luka sayat pada pergelangan tangan sebelah kiri 6,5 cm.

Terdapat luka lecet pada siku sebelah kiri dan lecet pada paha dan lutut sebelah kiri.

Di sebelah timur korban berjarak 2,5 meter, terdapat sandal warna biru dongker, gunting kecil serta silet. "Di sebelah sandal terdapat gumpalan darah yang cukup banyak," bebernya.

Berikutnya polisi meminta keterangan teman-teman korban, salah satunya DS, 27.

Disebutkan bahwa sebelum kejadian, MM sempat bersama dengannya membeli air galon isi ulang, lalu kembali ke bedeng pukul 20.30.

Setelah itu, korban terlihat main game bersama dengan teman inisial S.

Sejam kemudian, S makan dan MM pergi tanpa pamit. Karena tak kunjung kembali, teman-temannya sempat mencarinya, mengingat situasi kala itu hujan dan mati lampu.

Hanya saja, sayangnya pria asal Probolinggo, Jawa Timur itu tidak ketemu.

Ternyata menurut kesaksian pemilik warung kelontong inisial SR, korban sempat datang ke warungnya sekira pukul 22.30 WITA.

MM disebut membeli minuman Nu Green Tea, gunting warna pink, serta silet Gilette, dengan total belanjaan Rp 14 ribu, lalu pergi.

"Saat korban membeli silet, gunting dan lainnya itu terekam CCTV, waktu menuju ke TKP juga terekam," imbuhnya.

Berdasar penelusuran rekaman CCTV lebih lanjut dari arah barat, terlihat Munir berjalan seorang diri menuju ke TKP pukul 22.44 WITA.

Setelah itu, dia tak terlihat keluar dari lahan kosong tersebut.

Sehingga, berdasarkan hasil Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, maka polisi menyimpulkan dugaan sementara penyebab kematian MM adalah karena ulah pati (meng*khiri h*dup). 

"Berdasarkan posisi, luka sayatnya yaitu di pergelangan tangan kiri, menutut temannya korban bukan kidal (mengindikasikan sayatan dilakukan sendiri, red)," tandasnya.

Meski begitu, Sukadi menyebut perlu dilakukan proses Autopsi untuk lebih memastikan sebab kematian tersebut.

Jenazah MM, selanjutnya sudah dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar guna proses lebih lanjut. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#tewas #buruh proyek #kuta