Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Apa Itu Bakso Tule yang Bawa DPC PDIP Klungkung Raih Juara II di Lomba Pangan Lokal Nasional ?

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:49 WIB
JUARA : Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung, Anak Agung Gde Anom saat menerima juara di Jakarta.
JUARA : Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung, Anak Agung Gde Anom saat menerima juara di Jakarta.

BALIEXPRESS.ID – Kreasi menu sederhana namun kaya gizi persembahan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung berhasil mencuri perhatian dalam ajang Lomba Olahan Pangan Lokal Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan.

Lewat olahan bernama Bakso Tule (Bakso Tahu Lele), Klungkung berhasil meraih posisi kedua secara nasional, mengalahkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini dan menyambut Bulan Bung Karno 2025, serta mendukung program nasional “Menanam Tanaman Pendamping Beras”. Penyelenggaraannya dilakukan oleh Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja kolektif tim DPC Klungkung yang berkomitmen pada ketahanan pangan dan pencegahan stunting melalui bahan pangan lokal yang murah dan mudah diolah.

“Bakso Tule ini kami pilih karena berbahan dasar tahu dan lele, yang mudah didapat, murah, serta tinggi kandungan proteinnya. Ini bukan hanya untuk lomba, tapi bisa menjadi menu harian yang sehat untuk keluarga,” ujar Gung Anom usai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Olahan tersebut merupakan hasil kolaborasi tim DPC PDIP Klungkung, dan digarap langsung oleh Ny. Eva Satria, istri Bupati Klungkung I Made Satria. Ia menjelaskan bahwa Bakso Tule dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana namun bernutrisi, seperti tahu, ikan lele, dan aneka bumbu dapur, serta disajikan dengan lontong sebagai sumber karbohidrat.

“Menu ini kami sajikan lengkap dengan video tutorialnya, agar bisa ditiru oleh masyarakat luas. Harapannya, bisa membantu mencegah stunting dari dapur sendiri,” ujar Eva.

Adapun juara pertama dalam ajang ini diraih oleh DPC PDIP Banyuwangi, disusul Klungkung di posisi kedua dan Jembrana di posisi ketiga.

Selain menjadi ajang adu kreativitas, lomba ini juga menjadi bagian dari pelestarian resep tradisional Nusantara. Seluruh kreasi terbaik dari peserta rencananya akan dibukukan dalam “Mustika Rasa dan Inspirasi Resep Megawati Soekarnoputri”, yang akan menjadi referensi nasional untuk penyajian pangan keluarga yang sehat, murah, dan lezat.

“Ini momentum untuk memperkuat komitmen partai terhadap ketahanan pangan dan kesehatan generasi mendatang,” tambah Gung Anom.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa pangan lokal berbasis potensi daerah mampu berperan besar dalam menciptakan solusi nyata terhadap masalah stunting dan ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan ekonomi saat ini. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bakso #stunting #pdip #klungkung #lomba pangan lokal