BALIEXPRESS.ID – Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), setiap tahunnya, lebih dari 2.500 sekolah terdampak bencana di Indonesia.
Selama 15 tahun terakhir, lebih dari 72.000 satuan pendidikan dan 12 juta siswa terdampak.
Meskipun sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, namun kenyataannya banyak sekolah yang berada di lokasi rawan bencana.
Baca Juga: Bukan Latihan Perang! Dedi Mulyadi Tegaskan Barak Militer Pelajar untuk Pembentukan Karakter
Hingga April 2025, data Kemendikbudristek mencatat bahwa 413.000 sekolah di Indonesia berisiko gempa bumi, 202.000 sekolah terancam banjir, dan 49.000 sekolah berisiko longsor.
Di Provinsi Bali, lebih dari 2.000 sekolah tercatat berada di wilayah rawan bencana, terutama gempa bumi dan banjir, yang menjadikan kesiapsiagaan bencana di sektor pendidikan semakin penting.
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan terhadap ancaman bencana, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama Prudence Foundation bersama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) memperkuat implementasi Program Provinsi Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) atau Comprehensive School Safety (CCS) di Provinsi Bali.
Baca Juga: Apa Itu Bakso Tule yang Bawa DPC PDIP Klungkung Raih Juara II di Lomba Pangan Lokal Nasional ?
Program yang telah berlangsung sejak April 2024 hingga Mei 2025 ini telah menjangkau 100 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB serta menjangkau 7.033 pelajar di Bali.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mitigasi risiko bencana yang disebabkan oleh faktor alam termasuk perubahan iklim, non-alam, sosial, maupun kekerasan.
Rangkaian kegiatan yang digelar pada 1–5 Mei 2025 lau di Bali ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas Sekretariat Bersama (SEKBER) SPAB Bali, mengembangkan indikator provinsi model yang dapat direplikasi di daerah lain, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam implementasi dan pemantauan SPAB.
Program ini juga mengedepankan penggunaan Modul SPAB Komprehensif untuk membentuk sekolah tangguh bencana serta mempersiapkan tenaga pendidik dan peserta didik dalam menghadapi berbagai risiko.
Inisiatif ini sejalan dengan pilar Community Resilience serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan nomor 4 (pendidikan berkualitas), 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), dan 13 (penanganan perubahan iklim).
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana.
Baca Juga: Koster Tegas: Bali Tak Butuh Ormas Preman, Budaya Adat Jadi Benteng Pertahanan
“Melalui kolaborasi ini, kami menegaskan komitmen untuk mendukung dunia pendidikan dalam membangun ketangguhan, sekaligus mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat, tidak hanya secara finansial dan kesehatan, tetapi juga dari sisi keselamatan dan kesiapsiagaan. Kami berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan diadopsi oleh lebih banyak sekolah dalam memperkuat sistem pendidikan yang aman dan responsif terhadap bencana,” katanya, Jumat (9/5).
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan kunjungan langsung ke SMAN 2 Kuta Bali yang menjadi bagian dari program SPAB.
Dalam kunjungan ini, diselenggarakan sesi literasi keuangan yang diikuti oleh 388 siswa, sebagai bentuk dukungan menyeluruh terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.
Baca Juga: Tolak Ormas Luar di Bali; Pecalang Badung Siap Puputan Demi Tanah Kelahiran
Tidak hanya dalam kesiapsiagaan bencana tetapi juga dalam perencanaan keuangan yang bertanggung jawab.
Kabid PK PLK Disdikpora Provinsi Bali, AA Bagus Suryawan menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik kolaborasi tersebut dalam memperkuat implementasi program SPAB di wilayah Bali.
“Program ini sejalan dengan upaya kami dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh dan responsif terhadap berbagai potensi bencana. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Pesta Kelulusan SMK di Buleleng Tuai Pro Kontra, DJ Diah Krisna Minta Maaf
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi SPAB Komprehensif ini dapat menciptakan perubahan yang berdampak dan berkelanjutan dalam upaya mitigasi risiko bencana.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pelibatan aktif kaum muda, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan di Bali, tetapi juga dapat direplikasi oleh lebih banyak sekolah untuk membangun sistem pendidikan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap risiko bencana.(***)
Editor : Rika Riyanti