Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warna-Warni Imajinasi Anak Buleleng dalam Hardiknas 2025

Dian Suryantini • Jumat, 9 Mei 2025 | 19:40 WIB

Pameran lukisan di Lobi Atiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng.
Pameran lukisan di Lobi Atiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ada yang berbeda di lobi Atiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, Jumat siang (9/5). Biasanya ruang ini menjadi tempat lalu-lalang pegawai dan tamu pemerintah. Tapi kali ini, suasana berubah menjadi galeri seni dadakan. Dinding dan partisi penuh dengan lukisan-lukisan warna-warni yang mencuri perhatian siapa pun yang melintas.

Sebanyak 117 karya lukisan anak-anak dari berbagai penjuru Buleleng dipamerkan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Mengusung tema “Akulturasi Budaya”, pameran ini bukan hanya sekadar ajang pamer karya, tapi juga panggung kecil bagi anak-anak untuk bersuara lewat warna, garis, dan imajinasi mereka.

Pameran ini dibuka Ketua TP-PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, yang terlihat antusias menelusuri satu per satu karya lukisan yang dipajang. Ia menyampaikan bahwa pameran ini adalah ruang ekspresi yang penting untuk anak-anak. Bukan hanya untuk unjuk bakat, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya sejak dini.

“Pameran tahun ini mengangkat tema Akulturasi Budaya, yang menjadi cerminan nyata akan kekayaan dan keberagaman budaya yang hidup dan tumbuh harmonis di tengah masyarakat Buleleng,” ujar Ny. Wardhani.

Baca Juga: Transparansi Pengawasan Pilkada 2024, Bawaslu Buleleng Gelar Pameran Foto dan Buku

Dan memang, tema itu terasa hidup dalam tiap lukisan. Dari gambaran tarian tradisional, rumah adat, sampai perpaduan budaya lokal dan modern—anak-anak Buleleng tampaknya punya cara sendiri dalam menangkap dan mengolah dunia di sekitar mereka.

Dari total 117 lukisan, ada 13 karya spesial yang dibuat oleh para pelukis cilik yang disebut sebagai putra-putri terbaik Buleleng. Mereka tak hanya menggambar, tapi juga memaknai. Goresan mereka memuat pesan-pesan budaya yang dalam, bahkan menyentuh. Ada yang menggambarkan anak-anak dari latar budaya berbeda bermain bersama di bawah pohon beringin, ada pula yang mengilustrasikan upacara adat yang dikombinasikan dengan elemen kontemporer.

“Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka bisa menjadi jembatan antar budaya, bahkan penjaga warisan leluhur lewat karya seni,” tambah Ny. Wardhani, bangga.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa belajar tidak hanya soal angka dan nilai akademik. Ada pelajaran penting yang datang dari seni dengan mengasah kepekaan, menghargai estetika, dan menanamkan etika melalui proses kreatif.

Pameran lukisan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 Mei 2025, mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WITA. Acara ini didukung oleh komunitas Rumah Seni Dewi Sri, yang sejak lama konsisten mendampingi anak-anak dalam proses berkesenian.

Sebelum menutup acara, Ny. Wardhani mengajak seluruh masyarakat untuk memberi dukungan penuh pada dunia seni anak. “Kehadiran dan dukungan kita adalah semangat untuk mereka. Siapa tahu, dari ruang kecil ini lahir seniman besar masa depan,” pungkasnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#akulturasi budaya #pemerintah #galeri seni #lukisan #hardiknas #pendidikan #buleleng