Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus Bully Siswi SMP di Bali, Niluh Djelantik: Ini Benih Kekerasan yang Harus Dihentikan!

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:04 WIB

Niluh Djelantik menyoroti kasus bully terhadap siswi SMP di Denpasar
Niluh Djelantik menyoroti kasus bully terhadap siswi SMP di Denpasar

BALIEXPRESS.ID-Dugaan perundungan terhadap seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali viral di media sosial setelah diungkap oleh Kadek Bagiari, ibunda dari korban, melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa anaknya kerap diperlakukan kasar oleh teman-temannya hingga mengalami luka fisik.

Baca Juga: Dekat dengan Kekuasan, Ahmad Sharoni Tegur Keras GRIB Jaya; Kalian Bukan Siapa-Siapa

Unggahan tersebut juga disertai dengan beberapa foto yang menunjukkan kondisi sang anak, termasuk seragam sekolah yang sobek, bibir berdarah, rahang membengkak, serta wajah yang tampak menangis.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian publik setelah disorot oleh Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK).

Tak hanya AWK, Senator DPD RI lainnya, Ni Luh Djelantik, juga turut menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga: Gara-gara Cinta Nyaris Berujung Maut di Jembatan Tukad Bangkung: Pria Asal Tabanan Nyaris Akhiri Hidup Gegara Wanita!

Ni Luh Djelantik, yang dikenal aktif menyuarakan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, membagikan pernyataannya melalui akun Instagram @niluhdjelantik pada Jumat, 9 Mei 2025.

“Perundungan baik psikis maupun fisik adalah benih kekerasan yang jika tidak ditindaklanjuti dan diberikan sanksi tegas maka dapat terulang kembali dan menimbulkan dampak yang membahayakan,” tulisnya dikutip Sabtu, 10 Mei 2025.

Dalam unggahan tersebut, Ni Luh Djelantik juga mengonfirmasi bahwa laporan kasus perundungan terhadap putri Kadek Bagiari telah diterima.

Ia menyampaikan bahwa akan segera diadakan pertemuan antara pihak sekolah, korban, siswa yang terlibat, serta para orang tua.

Baca Juga: Penampakan Armada Ormas GRIB Jaya Mirip TNI Viral, Warganet Pertanyakan Sumber Dana

“Matur suksma @renaktapoldabali yang telah menindaklanjuti. Hari Sabtu besok pagi akan dilaksanakan pertemuan antara pihak sekolah, korban, siswa yang terlibat beserta para orangtua,” tambahnya.

Unggahan Ni Luh Djelantik turut dibanjiri komentar netizen yang menyatakan keprihatinan dan dukungan untuk penanganan kasus ini.

“Terima kasih Ibu, Mari kita sama-sama jaga Bali. Stop kekerasan terhadap anak. Kami tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun,” tulis akun @renaktapoldabali.

“Bullying harus dilawan, mendiamkan hanya membuat korban makin menderita atau berubah jadi pelaku,” komentar akun @gus_dark_art.

“Trauma karena bully itu gak ada obatnya. Rasa itu bisa terbawa hingga kita tua. Jadi stop pembullyan, beri efek jera ke pelaku tanpa memandang usia,” tulis akun @k.riskaaa.

“Kita Kawal terus mbok @niluhdjelantik pelaku pembullyan beserta orang tuanya harus ditindak tegas.” Tulis akun @thisispalukai

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Solusi, Ema Suranta Raih Penghargaan Lokal atas Inovasi Maggot

“Trauma karena bully itu ga ada obatnya, rasa itu bisa terbawa hingga kita tua jadi stop pembullyan beri efek jera ke pelaku tanpa memandang usia.” Tulis akun @k.riskaaa

“Sedih sekali aku liat yng kyk gini. mohon bantu ke adilanya buat adiknya mb luh.” Tulis akun @ygagnw_

Sumber kutipan dari akun @niluhdjelantik menjelaskan bahwa perundungan, baik secara fisik maupun psikis, merupakan benih kekerasan

Jika dibiarkan tanpa penanganan dan sanksi tegas, dapat terus berulang dan menimbulkan dampak jangka panjang yang membahayakan bagi korban.

Editor : Wiwin Meliana
#siswi smp #bali #perundungan #Niluh Djelantik