Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Bentrok Antar ABK di Pelabuhan Benoa, Sempat Ngobrol dan Salaman, Berujung Baku Hantam

I Gede Paramasutha • Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:45 WIB
Tangkapan layar perselisihan antar kelompok ABK di Pelabuhan Benoa. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar perselisihan antar kelompok ABK di Pelabuhan Benoa. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Jagat maya dihebohkan dengan adanya bentrok antar anak buah kapal (ABK) di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Banjar Pesanggaran, Denpasar pada Jumat, 9 Mei 2025 dini hari.

Bentrok itu melibatkan dua kelompok ABK asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan ABK asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya benrok itu dan membeberkan kronologi kejadiannya.

Untuk diketahui, dari masing-masing kelompok terdapat korban, sekaligus pelaku.

Ada dua orang dari Lombok menjadi korban luka, yaitu Aldi, 39, dan Buhari, 42. 

Pelaku yang menganiaya mereka adalah dua orang Kupang, yaitu Ricardo Oma dan Ekber Nino Sora (Rino).

Sedangkan, satu orang Kupang jadi korban luka, bernama Marthen Tebais, dengan pelakunya disebut ada tujuh orang Lombok.

Mereka adalah Awaluddin, Arman Mauladan, Budi Hardi, Supriyadi, Yogi Bahtiar, termasuk Buhari dan Aldi.

"Ada dua laporan dari masing-masing pihak, dan para pihak yang terlibat sudah diamankan," tutur Sukadi, Sabtu 10 Mei 2025.

Adapun kronologi peristiwa tersebut bermula ketika Aldi dan rekannya tiba di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa menggunakan mobil elf, pukul 00.10 WITA.

Mereka parkir di Pos II Dermaga Jalan Ikan Tuna.

Saat itu, terlihat ada delapan orang minum alkohol di sana.

Aldi dan rekannya turun dari mobil dan makan di sebelah barat pos.

Lalu, mereka dihampiri oleh Marthen Tebais yang kemudian ngobrol dengan Arman Mauladan.

"Waktu itu suasana masih tenang, belum perkelahian," tandasnya.

Bahkan kedua pihak sempat bersalam-salaman. Marthen lantas pergi dari sana.

Namun berselang beberapa saat, Marthen yang dalam pengaruh alkohol (mabuk) datang lagi bersama Ricard dan Rino.

Mereka tiba-tiba berkacak pinggang dan mengatakan “Kamu nantangin saya?".

Arman Mauladan menjawab "Kami tidak nantangin".

Tetapi, Rino malah langsung memukul saksi Andika Herliasyah.

Ricard Oma dan kawan-kawannya lanjut mengejar kelompok Lombok.

Sehingga Aldi dan rekannya lari menuju Kapal Bintang Bahagia 27.

Seketika ada Buhari yang turun dari Kapal Bintang Bahagia 28 menghadang Ricard.

Alhasil bentrokan antar kedua pihak tak terhindarkan.

Akibat kejadian ini, Aldi dan Buhari mengalami luka di bagian kepala.

Sementara, Marthen Tebais juga terluka pada kepala, kedua mata lebam, luka pada pipi kiri dan tangan kiri, sampai dirawat di Rumah Sakit surya Husada. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bentrok #pelabuhan benoa #abk #kronologi