SINGARAJA, BALI EXPRESS — Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai notaris, I Made Arnaja memilih jalur hidup yang berbeda saat pensiun. Lelaki kelahiran 28 Oktober 1950 asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini tak lantas berdiam diri. Justru, di masa pensiunnya, ia kembali pada akar. Mengolah tanah, menanam pohon, dan membangun kebun buah yang kini dikenal dengan nama Sabda Alam Agro.
Di atas lahan miliknya seluas 2 hektar di Desa Tajun—yang berhawa sejuk dan jauh dari riuh kota—Arnaja menanam beragam pohon buah. Tapi jangan bayangkan kebun biasa. Di tangan Arnaja, deretan pohon durian, alpukat, buah naga, dan vanili tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Ada durian duri hitam atau Ochee, durian Kane atau Montong, durian Bawor, durian Musangking dan durian lokal khas Desa Tajun memenuhi area kebun. Tak kalah menarik, alpukat yang ditanamnya pun terdiri dari berbagai varietas, termasuk jenis aligator yang terkenal dengan ukuran jumbo dan daging buah tebal. Ada pula alpukat Kendil hingga alpukat Miki. Semua ditata rapi, dirawat penuh perhatian.
Baca Juga: Kelola Hutan dengan Apik, Desa Madenan Buleleng Dapat Bonus View Cantik
Tak berhenti di situ, Arnaja juga sukses membudidayakan buah naga kuning—varietas langka yang sulit tumbuh di banyak wilayah Indonesia. Namun di kebun miliknya, buah eksotis ini berkembang baik, bahkan siap panen. Buah-buah hasil kebunnya tak jarang dikirim ke kota-kota besar di Indonesia sebagai produk premium.
Kesuksesan mengelola kebun itu kemudian menginspirasi Arnaja untuk membuka Sabda Alam Agro. Agro kecil ini bukan sekadar tempat produksi buah. Ia mengubahnya menjadi ruang agrowisata—tempat bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi makan buah langsung dari pohonnya, sambil menikmati udara segar dan ketenangan Desa Tajun.
“Saya ingin kebun ini bisa dinikmati, bukan hanya untuk panen tapi juga untuk menenangkan pikiran,” ujarnya saat ditemui di tengah kebun.
Dengan senyum tenang dan tangan yang tetap sigap mengurus pohon-pohon buah, Arnaja adalah potret pensiunan yang tak berhenti berkarya. Ia memilih hidup yang dekat dengan alam, menghasilkan buah yang sehat, dan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin merasakan kesejukan hidup di desa. Sabda Alam Agro adalah perwujudan cintanya pada tanah, buah, dan kehidupan itu sendiri.
“Jadi lewat ini kami ingin mengajak para petani juga untuk belajar dan berkembang bersama. Jadi mereka bisa lihat buah dan kebun kami seperti ini, dirawat secara organik dan treatment yang baik. Kami ingin memotivasi mereka agar kebun mereka serta buahnya juga maju dan berkualitas tentunya,” ungkap Arnaja. ***
Editor : Dian Suryantini