Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral, Kisruh Binggo Kite Festival di Tabanan, Begini Penjelasan Perbekel Desa Sudimara

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 13 Mei 2025 | 02:21 WIB
KISRUH: Perhelatan Binggo Kite Festival perdana yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, pada Minggu (11/5/2025) diwarnai keributan.
KISRUH: Perhelatan Binggo Kite Festival perdana yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, pada Minggu (11/5/2025) diwarnai keributan.

BALIEXPRESS.ID – Perhelatan Binggo Kite Festival perdana yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, pada Minggu (11/5/2025) mendadak viral usai memicu ketegangan antara peserta lomba layang-layang dan seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di sebuah villa di wilayah tersebut.

Kisruh tersebut sontak menyita perhatian warganet, terlebih setelah video yang menunjukkan seorang WNA menyemprot peserta lomba dengan selang air beredar luas di media sosial.

Menanggapi insiden tersebut, Senator RI Arya Wedakarna (AWK) memberikan pendapat melalui akun Instagram resminya.

Ia menegaskan bahwa secara hukum, WNA yang menyewa villa tersebut berada dalam posisi yang benar.

“Ketika WNA atau WNI menyewa properti di wilayah NKRI, mereka dilindungi oleh Undang-Undang. Sama halnya ketika warga Indonesia tinggal di luar negeri,” ujar AWK, Senin (12/5/2025).

AWK juga menyarankan agar ke depan panitia festival menyediakan lahan parkir khusus bagi peserta, guna mencegah gesekan serupa.

Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antara pelestarian tradisi lokal dan menghormati tamu atau warga asing yang tinggal di Bali.

Perbekel Desa Sudimara I Nyoman Ariadi membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kisruh terjadi karena peserta lomba parkir sembarangan di area villa yang disewa oleh WNA tersebut, sehingga mengganggu akses pribadi sang tamu asing.

“Benar, ada peserta lomba parkir di sekitar villa, sehingga akses WNA terganggu. Dari situ timbul ketegangan, termasuk aksi menyiram dengan selang air yang sempat viral,” jelas Ariadi saat dikonfirmasi, Senin (12/5).

Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan dengan cepat melalui proses mediasi yang melibatkan aparat Desa dan pihak Polsek Tabanan.

Pihak WNA menyatakan bersedia berdamai dan tidak melanjutkan masalah ke jalur hukum.

“Persoalan sudah selesai sejak kemarin. Kedua pihak sudah sepakat berdamai,” tutup Ariadi.

Festival perdana ini diharapkan bisa menjadi evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya, agar acara budaya tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik dengan pihak manapun. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#festival #kite #wna #layangan #kisruh #villa #tabanan