BALIEXPRESS.ID-Beberapa waktu lalu viral video yang diunggah di media sosial Facebook mengenai kondisi jalan di Desa Pakisan yang tidak maksimal.
Kondisi kerusakan jalan penghubung antara Banjar Dinas Pakisan dan Banjar Dinas Klandis di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali ini pun menuai perhatian berbagai pihak.
Baca Juga: Setelah Gigi, Kini Giliran Ayu Ting Ting yang “Dilaporkan” ke Barak Militer oleh Ivan Gunawan
Termasuk Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang turun langsung ke lokasi.
Dikutip dari radarbuleleng, Supriatna melaksanakan inspeksi lapangan didampingi oleh Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra.
Medan jalan yang dilalui terlihat ekstrem, dengan beberapa titik mengalami longsor dan permukaan jalan yang mengelupas akibat tanah yang belum padat.
Tak hanya itu, sejumlah tanjakan curam membuat kendaraan biasa kesulitan melintas.
Baca Juga: Viral! Kisah Siswi SMP Korban Kekerasan di Denpasar, Nang Etonk Galang Donasi Hingga Rp20 Juta
Karena kondisi yang tidak memungkinkan dilewati kendaraan biasa, Supriatna memilih berjalan kaki untuk meninjau kondisi proyek infrastruktur yang belum rampung tersebut.
Supriatna mengungkapkan bahwa ia sengaja meninjau lokasi jalan tersebut karena proyek perbaikan jalan belum juga selesai, meskipun sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
Ia mengakui medan yang sulit menjadi kendala tersendiri bagi pihak kontraktor.
Dari inspeksi tersebut, Supriatna memaklumi jika kontraktor kesulitan menyelesaikan proyek itu, oleh karena medan yang sulit
Meski demikian, Supriatna menegaskan bahwa pihak pelaksana harus tetap menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan kontrak.
“Kami minta agar pelaksana proyek tetap komitmen menyelesaikan pekerjaan ini sesuai spesifikasi. Termasuk melakukan pemeliharaan sesuai perjanjian,” ujarnya dikutip pada radarbuleleng pada Rabu, 14 Mei 2025.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menegaskan bahwa proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena belum dilakukan serah terima.
“Bahkan secara nominal anggaran, kami baru bayar 30 persen kepada kontraktor. Kami minta tuntaskan dulu, baru kami bayar. Supaya sesuai dengan spesifikasi dan uji mutu,” ungkapnya.
Dari pihak kontraktor, Manajer Lapangan PT Reksa Tiga Mitra, Komang Suwanta, mengungkapkan bahwa proses pengerjaan proyek memang terkendala oleh faktor alam.
Mereka menghadapi kendala besar akibat cuaca buruk. Sejak proyek dimulai pada September 2024 hingga Mei 2025, hujan terus menerpa lokasi proyek.
Selain itu, distribusi material juga mengalami hambatan karena kendaraan angkut tidak mampu menanjak ke lokasi.
Suwanta mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 350 meter jalan yang belum sempurna, dan akan dilakukan rekonstruksi ulang.
Baca Juga: Nyaris Tenggelam, Pasangan Turis Asing Diselamatkan Warga di Pantai Nusa Dua
“Sudah ada beberapa titik yang kami rekonstruksi. Sesuai dengan perjanjian kerja, ini masih tanggungan kami sampai bulan Juni nanti. Kami juga belum serah terima,” jelasnya.
Sebagai informasi, proyek jalan ini sebelumnya merupakan bagian dari jalur ABRI Masuk Desa (AMD) yang kini mengalami kerusakan cukup parah.
Pemerintah mulai mengerjakan proyek pelebaran dan pengaspalan jalan sepanjang 3,5 kilometer sejak Agustus 2024, dengan kontraktor pemenang tender yakni PT Reksa Tiga Mitra.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 5,9 miliar untuk pengerjaan infrastruktur ini.
Editor : Wiwin Meliana