Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita di Balik Ormas GRIB Jaya Tabanan Mendadak Bubarkan Diri Usai Viral: Ada Apa di Balik Layar?

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 15 Mei 2025 | 04:52 WIB

GRIB Jaya di Kabupaten Tabanan yang membubarkan diri pada akhir pekan lalu melalui siaran langsung di sosial media
GRIB Jaya di Kabupaten Tabanan yang membubarkan diri pada akhir pekan lalu melalui siaran langsung di sosial media

BALIEXPRESS.ID – Sebuah fenomena misterius terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali! Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya tiba-tiba membubarkan diri pada akhir pekan lalu melalui siaran langsung yang viral di media sosial.

Bendesa Adat Sanggulan, I Ketut Suranata, membenarkan kabar mengejutkan ini, memicu berbagai spekulasi dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Ketika dikonfirmasi, Suranata mengungkapkan bahwa pembubaran Ormas GRIB Jaya Tabanan ini merupakan hasil pertemuan tegang di Balai Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Niat Mendahului Berujung Kecelakaan Maut di Bali: Kakek 70 Tahun Tewas Terlindas Truk Semen!

"Dalam pertemuan tersebut, hadir Pasikian Pecalang Bali dari Majelis Desa Adat (MDA) Bali. Ada juga Camat Kediri, Perbekel Desa Banjar Anyar, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Banjar Anyar. Pembubaran dilakukan karena GRIB Jaya Tabanan tidak berizin," ungkapnya, Rabu (14/5), membuka sedikit tabir di balik keputusan mendadak tersebut.

Alasan Pembubaran Terungkap: Gubernur Bali Turut Campur Tangan!

Selain masalah perizinan, Suranata membeberkan alasan lain mengapa ormas ini dilarang di wilayahnya.

Ternyata, pernyataan tegas Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang menolak keberadaan ormas berkedok pengamanan menjadi dasar kuat lainnya.

Sebelum drama pembubaran ini terjadi, aparat desa menerima informasi bahwa ormas GRIB Jaya berkantor di wilayah Desa Sanggulan.

Baca Juga: 25 Tahun Misteri Terpendam! Dedi Mulyadi Pecah Tangis Ungkap Sosok Ibu Maula Akbar: Ayah Ingin Kamu Tahu dari Ayah Sendiri...

Sidang mendadak pun digelar pada 7 Mei 2025, melibatkan gabungan kekuatan dari Camat Kediri, Perbekel Banjar Anyar, Prajuru Desa Adat Sanggulan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

"Saat sidak, tidak ada pengurus sehingga kami jadwalkan untuk melakukan pemanggilan pada tanggal 10 Mei. Setelah pertemuan dengan pengurusnya, kami dengan tegas menolak keberadaan GRIB Jaya ini dan meminta untuk membubarkan diri," jelasnya, menyiratkan adanya ultimatum yang diberikan kepada ormas tersebut.

Larangan Berkumpul dan Beraktivitas: GRIB Jaya Dilarang Menginjakkan Kaki di Sanggulan!

Tak hanya diminta membubarkan diri, Suranata juga melarang keras pengurus GRIB Jaya untuk melakukan aktivitas apapun di wilayah Desa Sanggulan, termasuk berkumpul dan kegiatan lainnya.

Larangan tegas ini menunjukkan keseriusan pihak desa adat dalam menjaga ketertiban wilayahnya.

Ketua DPRD Tabanan Angkat Bicara: "Bali Sudah Aman Tanpa Ormas Baru!"

Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyuarakan penolakannya terhadap keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun ormas dari luar yang dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

"Menurut Saya saat ini, tidak diperlukan lagi adanya Ormas Baru, karena mekanisme pengamanan yang sudah ada di Bali, seperti aparat penegak hukum, adat, dan pecalang, sudah efektif dan sudah terbukti sejak dahulu," tegasnya, Rabu (14/5), memberikan dukungan penuh terhadap langkah pembubaran GRIB Jaya.

Baca Juga: TEROBOSAN BALI! Pecalang Bakal Digaji Bulanan? DPRD Tabanan Beri Sinyal Apresiasi Penjaga Adat!

Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Komet ini mengungkapkan bahwa penolakan terhadap keberadaan Ormas ini merupakan kesepakatan bersama yang disampaikan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan merupakan amanat yang harus dilaksanakan. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #GRIB #kabupaten tabanan #giri prasta