SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana berbeda terlihat di Pos Bantu Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan. Pagi itu, puluhan warga—khususnya kaum ibu—berduyun-duyun datang untuk mengikuti Pelayanan KB Gratis dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang digelar Kodim 1609/Buleleng.
Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan biasa. Dengan menggandeng Dinas P2KBPРЗА dan melibatkan 10 tenaga medis serta 5 orang dari tim lokal desa, program ini menyasar peningkatan kepesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan.
Sebanyak 50 calon akseptor KB MKJP ikut serta dalam kegiatan ini. Tak hanya mendapatkan layanan secara cuma-cuma, mereka juga dibekali edukasi seputar pentingnya perencanaan keluarga, terutama bagi generasi muda.
“Kami ingin masyarakat, terutama yang masih muda, lebih sadar tentang pentingnya mempersiapkan diri sebelum berkeluarga. Tidak menikah di usia dini, dan pastikan secara fisik dan mental sudah siap,” ujar Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana, Jumat (16/5).
Baca Juga: TMMD ke-124 Fokus pada Infrastruktur dan Perlindungan Mangga Lokal Depeha
Pelayanan KB ini punya banyak manfaat. Selain memperluas akses terhadap kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif dan efisien, program ini juga jadi wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya.
Dukungan dari aparat TNI melalui TMMD ke-124 ini juga menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan cuma soal infrastruktur. Kesehatan dan kesejahteraan keluarga juga tak kalah penting.
“Semoga lewat kegiatan ini, masyarakat bisa makin paham dan makin mantap untuk ikut KB. Karena keluarga berkualitas dimulai dari perencanaan yang matang,” tambahnya.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung ke desa-desa seperti ini, program KB tak lagi terasa kaku atau jauh dari masyarakat. Justru makin dekat, makin bisa dirasakan manfaatnya, dan makin relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Program ini jadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan aparat bisa mendorong perubahan positif—dimulai dari satu desa kecil di Buleleng. ***
Editor : Dian Suryantini