Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Upaya Lestarikan Warisan yang Hampir Punah, Parade Busana Adat Khas Daerah se-Bali akan Digelar di PKB XLVII

Rika Riyanti • Jumat, 16 Mei 2025 | 17:09 WIB

PARADE: Rapat teknis persiapan Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali berlangsung pada Kamis (15/5) di Ruang Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
PARADE: Rapat teknis persiapan Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali berlangsung pada Kamis (15/5) di Ruang Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali

 

 

 

BALIEXPRESS.ID – Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 mendatang, akan digelar Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali.

Demikin disampaikan dalam rapat teknis persiapan Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali.

Rapat berlangsung pada Kamis (15/5) di Ruang Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebagai bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025.

Baca Juga: Mimih! Dua Perempuan Curi Skincare di Bandung Collection Kuta, Sembunyikan Barang di Jaket

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Arya Sugiartha.

Utsawa ini dirancang sebagai wadah memperkenalkan kembali keberagaman pakem dan tata cara penggunaan busana adat khas yang tersebar di berbagai wilayah Bali.

Setiap Kabupaten/Kota diharapkan menampilkan busana adat yang menjadi warisan budaya lokal, termasuk busana yang hampir punah dan jarang ditampilkan dalam acara publik.

Baca Juga: Dua Pria Ditangkap di Pasar Sangsit saat Ambil 1,9 Kg Ganja Kiriman dari Sumut, BNNP Bali Ungkap Motifnya

“Kegiatan ini bukan hanya untuk menampilkan keindahan busana adat, tapi juga untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal dan menghidupkan kembali potensi ekonomi perajin tekstil Bali,” ujar Arya Sugiartha. 

Ia menambahkan bahwa peserta parade wajib menyertakan sinopsis singkat terkait busana yang ditampilkan, seperti nama, fungsi, waktu penggunaan, serta identitas peraga dan penata.

Putri Koster menekankan pentingnya pelestarian busana adat sebagai bagian dari identitas daerah.

“Setiap daerah memiliki kekhasan dalam berbusana. Inilah yang harus ditampilkan, disampaikan, dan dijaga. Kita tidak boleh membiarkan warisan ini hilang,” tegasnya. 

Ia juga meminta agar busana adat sakral tidak ditampilkan dalam parade untuk menjaga kesuciannya, sementara busana adat pengantin tetap dapat diikutsertakan.

Putri Koster berharap dalam waktu satu setengah bulan ke depan, setiap Kabupaten/Kota sudah dapat menyiapkan dan mengkurasi busana adat khas masing-masing.

Baca Juga: SIAP-SIAP! Viral Aksi Kekerasan di SMK Bali, AWK Ancam Masukkan Pelaku ke Barak Militer

“Pesta Kesenian Bali harus menjadi ruang edukasi sekaligus panggung kebanggaan budaya lokal yang hidup dan lestari,” tegasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pesta kesenian bali #busana adat #dekranasda