BALIEXPRESS.ID - Masyarakat Bali kembali dibuat heboh oleh adanya dugaan perundungan terhadap pelajar. Sejumlah video kejadian terbaru ini bahkan beredar luas di media sosial dan tengah viral.
Salah yang mengunggah adanya dugaan perundungan ini adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali Arya Wedakarna melalui akun Instagramnya pada Kamis 15 Mei 2025.
"Bahaya sekali pembullyan, info sekolah apa ini?" tulisnya. Walaupun belum dijelaskan di mana tempat kejadian perkara (TKP), namun diyakini insiden itu terjadi di Bali.
Hal itu berdasarkan bahasa yang digunakan, plat kendaraan DK dan juga pakaian adat yang dikenakan para siswa.
Tampak dalam video, seorang pelajar yang memakai baju warna putih dengan lengan pendek biru dipukuli dan ditendang secara berulang kali oleh seorang anak mengenakan jaket abu.
Padahal, pelajar yang memakai baju warna putih hanya diam dan tidak melawan, tapi terus saja dianiaya.
Bahkan, dalam rekaman selanjutnya juga terlihat, anak berperawakan gempal mengenakan pakaian adat melayangkan pukulan sebanyak dua kali.
Pukulan pertama meleset, sedangkan bogem mentah kedua telak menghujam wajah korban.
Mirisnya, ramai pelajar lain yang menyaksikan dan memvideokan peristiwa itu, tetapi tak ada yang melerai.
Melainkan mereka malah menertawai aksi pemukulan tersebut.
Belum diketahui apa masalah yang terjadi, sampai-sampai oknum pelajar itu nekat melakukan kekerasan fisik tersebut.
Sontak, kejadian ini menuai respon keras dari masyarakat.
Ramai yang menyebutkan bahwa siswa yang menjadi pelaku pemukulan bersekolah di SMKN 7 Denpasar.
Kolom komentar akun media sosial sekolah itu bahkan sampai diserbu netizen.
"Tolong semua anak yang viral pembully diproses hukum, dan dikeluarkan dari sekolah dengan status tinggal kelas @smkn7denpasar," ucap @hany*tdidal*mgelas.
"@smkn7denpasar, buka mata anda ya, siswa anda melakukan pembulyan," tandas @mikh*elal*518.
"Kalau ga dipecat tu anak yang nendang, kelewatan ini sekolah," ujar @c*ba*160.
Dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengaku belum ada laporan ke polisi mengenai kasus itu. (*)
Editor : I Gede Paramasutha