BALIEXPRESS.ID-Pelaku bullying dengan kekerasan siswa SMK di Bali yang viral di media sosial akhirnya meminta maaf.
Dalam video yang berdurasi singkat, terlihat keluarga siswa korban kekerasan mendatangi kediaman pelaku.
Baca Juga: DRAMATIS! Detik-Detik Penangkapan Pelaku Transaksi Sabu di Pasar Sangsit Terekam CCTV
Video tersebut diterima oleh anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna.
Dalam video tersebut, tampak korban didampingi oleh ayah dan sejumlah keluarganya.
Sementara terlihat pelaku pemukulan didampingi oleh seorang teman yang juga ada dalam video viral tersebut.
Baca Juga: WASPADA! Tiang Listrik Roboh di Jalan Raya Sading, Lalu Lintas Tersendat
“Saya minta maaf kepada Ajik Gung Darma (ayah korban) saya selaku pembuly minta maaf,” jelas pelaku pembulian dikutip pada unggahan Arya Wedakarna pada Jumat (16/05).
Lebih lanjut, salah satu keluarga menasehati pelaku agar belajar yang rajin.
Pihaknya juga mengingatkan agar pelaku tidak mencari musuh melainkan mencari keluarga.
Kali ini, pihak keluarga pun menerima permintaan maaf pelaku, namun jika diulangi akan ditindak tegas.
“Cari saudara, untung kamu nakal kali ini, kalau kamu habis, ini lo keluarga besar,” ungkap seorang pria yang diduga keluarga korban.
Sebelumnya, Kasus bullying kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Kali ini masyarakat dibuat heboh dengan beredarnya video aksi kekerasan yang menimpa seorang siswa SMK di Bali.
Dalam video yang menjadi sorotan Senator RI Bali, Arya Wedakarna terlihat jelas seorang siswa SMK menjadi bulan-bulanan siswa SMK lainnya.
Dalam video tersebut, seorang siswa SMK menggunakan seragam olahraga menjadi sasaran pukulan dan tendangan seorang siswa lainnya.
Meski mendapat serangan membabi buta, siswa SMK tersebut tak kuasa melawan.
Bahkan mirisnya, beberapa siswa lainnya yang berada di lokasi hanya menonton kejadian tersebut tanpa memberi bantuan ataupun melerai.
Baca Juga: Apresiasi Nasabah Loyal, BRI Serahkan Hadiah BRImo FSTVL 2024 kepada Para Pemenang
Belum diketahui asal sekolah siswa-siswa tersebut, namun diduga kuat kejadia tersebut terjadi di Bali.
Hal ini dilihat dari plat kendaraan yang digunakan siswa tersebut dan juga Bahasa yang digunakan.
Video ini pun mendapat beragam kecaman warganet di media sosial.
Warganet menyayangkan aksi sok jagaon di lingkungan sekolah.
Editor : Wiwin Meliana