BALIEXPRESS.ID – Kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, kembali menunjukkan daya tariknya sebagai lokasi favorit bagi investor asing.
Hal ini terlihat dari terjual habisnya 14 unit villa mewah yang baru diluncurkan oleh TUI BLUE Berawa Hotel and Villas pada Jumat (16/5).
“Semua kita ada 14 unit, yang terdiri dari 5 unit Villa dengan tiga kamar tidur yang luas dan 9 unit Villa dengan dua kamar tidur yang elegan. Dan semua vila kita saat ini secara investor sudah sold out,” kata General Manager TUI BLUE Berawa Hotel and Villas, Dino Anthonio.
Setiap vila terdiri dari dua lantai dengan ukuran tanah antara 127 hingga 242 meter persegi dan dilengkapi kolam renang pribadi.
Baca Juga: Waduh! WNA Ngamuk di Canggu, Serang Ojol hingga Warga Lokal
Yang menarik, vila-vila tersebut diberi nama tokoh pewayangan dari kisah Mahabharata.
“Setiap vila kami diberi nama sesuai dengan karakter ikonik dari kisah epik tokoh pewayangan Mahabharata yang disegani. Sentuhan unik ini mengubah pengamanan menginap tamu bersama kami menjadi pengalaman budaya yang mendalam, memadukan kemewahan dengan tradisi abadi dan pemaknaan spiritual,” ujarnya.
Dino menyebut, sebagian besar pembeli unit adalah warga negara asing (WNA), terutama asal Australia.
Harga per unit dipasarkan mulai dari sekitar 570 ribu dolar AS atau sekitar Rp9 miliar lebih, dengan status kepemilikan berupa hak guna pakai hingga tahun 2049.
Baca Juga: DPRD Bangli Setujui Hibah Tanah ke Pura Kawitan Batugaing, Suastika Beber Pertimbangannya
“Somewhere di Rp500.000-an US ke atas. Per unit sekitar 570 ribuan US. Itu yang yang paling rendah ya. Kebanyakan WN asing. Kebanyakan asing (yang beli),” kata Dino.
Meski dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi global, pihaknya menilai hal tersebut justru menjadi peluang baru di kawasan seperti Canggu.
“Bukannya tidak ada pengaruh ya. Ada tapi justru ini kesempatan buat para investor. Betul enggak? Ya, kan? Di mana ada krisis selalu ada opportunity dan Canggu adalah opportunity yang bagus,” ujarnya.
Dino juga menegaskan bahwa desain dan kualitas material vila berada di kelas atas.
Selain itu, para pemilik vila mendapat akses penuh ke seluruh fasilitas hotel.
“Kalau dilihat dari desain dan material, kita memang top class. Tapi selain itu, sebetulnya adalah kesempatan untuk menggunakan fasilitas hotel kita sendiri,” jelasnya.
Baca Juga: Meski Sepakat Damai, Kasus Pembullyan Siswi SMP di Bali Lanjut ke Proses Hukum
Dalam pengembangannya, TUI BLUE Berawa juga menerapkan prinsip berkelanjutan dalam operasional hotel dan vila, termasuk pengelolaan limbah hingga pemanfaatan energi panas.
“Absolutely, Absolutely. Jadi, hotel dan villa itu sama. Pengelolaan Waste Management pun sama. Nanti tanggal 22 Mei ini, kami ada zero waste plastic inisiatif tanggal 22 Mei ini. Didukung oleh TUI Jerman Internasional,” ujarnya.
“Kita untuk listrik ini, bukan menghemat ya. Tapi mendaur ulang yang namanya energi. Jadi misalkan kita membuat air panas, dalam membuat air panas ini terjadi pendinginan. Pendinginannya ini yang kita daur ulang ke kamar-kamar atau ke restoran,” tambah Dino.
Saat ini, okupansi hotel masih berada di angka 65 persen.
Dino menyebut angka ini cukup positif untuk ukuran hotel baru dengan harga premium.
“Okupansi kita masih 65 persenan tapi untuk hotel baru not bad lah. Dengan harga kami yang mungkin di atas rata-rata saat ini tapi bisa mencapai 65 persen itu sudah lumayan,” katanya.
Terkait maraknya keberadaan villa ilegal atau “villa bodong” di Bali, Dino menilai hal itu tidak mengganggu pasar properti resmi seperti milik mereka.
“Saya pikir sih, pasarnya berbeda. Jadi kalau memang tamu vila-vila kita atau investor di vila kita, memang mereka semuanya datang dengan background dan intens yang berbeda lah. Saya rasa enggak terlalu terganggu kami,” katanya.
Baca Juga: Lebih dari 24 Ribu Warga Miskin di Tabanan Tak Lagi Dapat Bantuan Beras setelah Kebijakan Baru
Ia juga menilai pemerintah telah menangani persoalan villa ilegal dengan cukup baik, dan yakin pasar akan menilai sendiri kualitas layanan yang diberikan masing-masing pengelola.
“Saya pikir ya, pemerintah saat ini sudah menangani hal itu ya kan. Tapi market akan menilai sendiri. Enggak perlu pertolongan siapapun, market sudah tahu,” ujarnya.
Sebagai catatan, kawasan Canggu saat ini terus berkembang dengan berbagai fasilitas pariwisata dan properti kelas atas, serta menjadi titik fokus investor global karena pendekatan berkelanjutan yang diakomodasi oleh pemerintah Kabupaten Badung.
Baca Juga: Pelaku Bully Siswi SMP di Bali Tak Dipecat dari Sekolah, Begini Alasannya
“Pemerintah Badung itu memberikan kita banyak fasilitas untuk bisa mengelola sampah. Itu yang menarik buat investor dari luar,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti