SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus berbenah demi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan tepat sasaran. Salah satu langkah terbarunya adalah mendorong perluasan kerja sama ruang farmasi Puskesmas dalam Program Rujuk Balik (PRB) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Belum lama ini, Dinkes Buleleng menggelar kegiatan sosialisasi PRB yang melibatkan seluruh kepala Puskesmas, apoteker, dan perwakilan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) se-Kabupaten Buleleng.
Tujuannya untuk memperkuat kerja sama antara Puskesmas dan BPJS Kesehatan dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien PRB, terutama yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung, hingga penyakit paru kronis.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. I Dewa Putu Merta Suteja, menjelaskan bahwa perluasan layanan farmasi ini merupakan bentuk nyata dari desentralisasi pelayanan kesehatan.
“Banyak pasien PRB selama ini harus ke rumah sakit hanya untuk mengambil obat. Ini tentu melelahkan dan tidak efisien. Nah, kalau obat bisa diambil di Puskesmas terdekat, pasien lebih hemat waktu dan tenaga,” ujar Merta Suteja saat dihubungi Senin (19/5).
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bagi yang Ultah Digelar Serentak Hari Ini, 120 Puskesmas di Bali Telah Siap
Ia menambahkan, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan primer harus siap menjadi tempat pemantauan sekaligus distribusi obat untuk pasien penyakit kronis. Selain mempercepat pelayanan, pendekatan ini juga diyakini bisa mengurangi beban rumah sakit.
“Kalau semua bisa ditangani di tingkat pertama, rumah sakit bisa fokus menangani kasus-kasus rujukan yang lebih berat,” tambahnya.
Beberapa Puskesmas yang sudah lebih dulu menjalankan PRB dengan baik turut membagikan pengalaman dan strategi yang bisa ditiru. Puskesmas juga diajak menyusun rencana tindak lanjut agar implementasi PRB bisa lebih merata di seluruh wilayah Buleleng.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Dengan PRB yang bisa diakses langsung dari Puskesmas, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan, tapi juga pelayanan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
“Intinya, kami ingin mendekatkan layanan ke masyarakat. Bukan masyarakat yang datang ke layanan, tapi layanan yang hadir di tengah masyarakat,” tutup Merta Suteja. ***
Editor : Dian Suryantini