BALIEXPRESS.ID - Pasca insiden penusukan yang terjadi saat berlangsungnya pasar malam di Lapangan Umum Sampalan pada Rabu (7/5/2025) lalu, Desa Adat Dalem Setra Batununggul menggelar upacara mecaru pada Minggu (19/5/2025).
Upacara ini digelar sebagai bentuk upaya menetralisir energi negatif dan memulihkan keharmonisan sekala dan niskala di kawasan tersebut.
Upacara yang berlangsung menjelang petang itu dipuput oleh Mangku Ajeg dari Pura Dalem setempat, serta dihadiri oleh para pecalang dan prajuru desa adat. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Badan Keamanan Desa Adat (Bakanda) Dalem Setra Batununggul, I Dewa Nyoman Kuning Ardhana, menyampaikan bahwa upacara mecaru ini merupakan bentuk tanggung jawab spiritual desa adat dalam menjaga keseimbangan alam dan batin masyarakat.
“Tujuan dari upacara ini adalah untuk menetralisir hal-hal buruk dan memancarkan vibrasi positif, tidak hanya untuk lingkungan tetapi juga bagi seluruh masyarakat,” ujar Dewa Kuning.
Sementara itu, Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika, menambahkan bahwa pelaksanaan mecaru ini telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk Camat Nusa Penida, pemerintah desa, dan kepolisian setempat.
“Kami berharap melalui upacara ini, keharmonisan dapat kembali terbangun, dan peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Ini sekaligus menjadi bahan perenungan bersama,” ujarnya. (*)