Lahir dan besar di Bali, Dr. Made Hery menempuh pendidikan sarjananya di IKIP Negeri Singaraja pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris.
Ia melanjutkan studi magister di kampus yang sama dan kemudian meraih gelar doktor dari La Trobe University, Australia, dalam bidang Pendidikan.
Ketekunannya membawa warna baru dalam pendekatan pembelajaran bahasa Inggris di era digital.
Karier akademiknya dimulai sejak awal 2000-an. Ia sempat mengajar di lembaga kursus dan perguruan tinggi swasta sebelum bergabung sebagai dosen tetap Undiksha pada 2001.
Tak berhenti di sana, pengabdiannya merambah kancah internasional saat ia menjadi instruktur Bahasa Indonesia di La Trobe University dan pengajar ELICOS di Melbourne antara 2009–2014.
Kiprah internasionalnya semakin diperkuat dengan beragam penghargaan dan dana hibah yang ia raih, termasuk Fulbright Presidential Scholarship, La Trobe University Postgraduate Research Scholarship, serta European Research Council Grant. Hery juga pernah menjadi Visiting Professor di Soka University, Jepang pada 2023.
Hery juga sering diundang sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dan narasumber dalam berbagai forum akademik tingkat nasional dan internasional.
Di Undiksha, Hery dipercaya memegang berbagai posisi. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Program Mobilitas Internasional dan Laboratorium Virtual Fakultas Bahasa dan Seni.
Ia juga menjabat sebagai Editor-in-Chief dua jurnal internasional: International Journal of Digital Learning on Languages and Arts serta iTELL Journal.
Lebih dari itu, Dr. Made Hery dikenal luas sebagai peneliti produktif. Ratusan publikasi ilmiah telah ia hasilkan, banyak di antaranya terbit di jurnal bereputasi internasional.
Penelitiannya mencakup tema-tema mutakhir seperti pembelajaran digital, literasi AI, realitas virtual dalam pendidikan, hingga pendidikan inklusif dan Extensive Reading.
Tidak hanya di ranah akademik, kiprah sosial Dr. Made Hery juga layak diapresiasi. Ia mendirikan Yayasan Pendidikan Inklusif Global Nusantara dan CV. Aruna Insan Cendekia, serta memimpin organisasi Bali Edukasi yang aktif dalam advokasi pendidikan untuk kelompok rentan.
Ia juga menjadi trainer utama British Council Indonesia sejak 2017, serta menjabat sebagai Direktur Layanan Masyarakat pada Indonesia Extensive Reading Association (IERA), menunjukkan komitmennya terhadap literasi bangsa.
Dedikasinya terhadap dunia pendidikan membuahkan banyak penghargaan, termasuk CamTESOL ASEAN Research Collaboration Award, TESOL Micro Scholarship Exchange Program, serta pemenang Three-Minute Thesis Competition di La Trobe University.
Sebagai akademisi, Dr. Made Hery tak hanya berpikir lokal tetapi juga bertindak global. Ia menjadi bagian dari Executive Board Asia-Pacific Association of Computer-Assisted Language Learning (APACALL), sekaligus reviewer aktif di berbagai jurnal internasional bergengsi seperti TESOL Journal dan Springer Nature.
Saat ini, fokus risetnya meliputi TESOL, pedagogi inovatif, teknologi pendidikan, literasi digital, dan integrasi AI dalam pembelajaran.
“Kami percaya bahwa masa depan pendidikan bahasa terletak pada kolaborasi lintas bidang dan pemanfaatan teknologi secara etis dan humanis,” jelasnya.
Dengan pengalaman panjang, dedikasi tak terbatas, dan visi global, Made Hery Santosa,Ph.D menjadi representasi ideal dosen masa depan: intelektual yang membumi, tetapi menjangkau dunia. Sosok yang tak sekadar mengajar, tetapi juga membentuk arah pendidikan yang inklusif dan transformatif. (dik)
Editor : I Putu Mardika