SINGARAJA, BALI EXPRESS — Taman Kota Singaraja, Selasa (20/5) sore berubah menjadi lautan semangat. Apel Siaga dan Kebulatan Tekad Kontingen Kabupaten Buleleng dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Provinsi Bali ke-16 berlangsung meriah, penuh energi, dan sarat makna.
Di bawah langit cerah—yang secara puitis Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja menyebut sebagai “semesta merendahkan diri agar acara berjalan lancar”—sebanyak 911 personel kontingen resmi diperkenalkan ke publik. Mereka terdiri dari 663 atlet, 188 official, dan 60 panitia. Angka 911 dipilih bukan sembarangan—ini simbol kesiagaan, kekompakan, dan tekad penuh untuk mengharumkan nama Buleleng di panggung olahraga se-Bali.
“Tepuk tangan untuk kita semua! Untuk semesta, untuk asa juara, dan untuk Buleleng yang selalu istimewa!” seru Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, mengundang riuh tepuk tangan dari seluruh peserta apel.
Satu hal yang ditegaskan berkali-kali. Tak semua bisa masuk kontingen. Dari lebih 800 ribu penduduk Buleleng, hanya 911 orang terbaik yang dipercaya mewakili daerah ini.
“Kalian adalah 10 persen lebih satu dari masyarakat Buleleng yang terpilih. Maka jangan ragu untuk berbangga!” ujar sang ketua KONI, dengan gaya penuh ledakan semangat.
Proses seleksi memang panjang. Dari Januari hingga Maret 2025, dilakukan desentralisasi pembinaan di 48 cabang olahraga. Lalu berlanjut dengan tes fisik pada 8–9 April, hasil kerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), diikuti dengan psikotes pada 11 April. Penilaian akhir dilakukan bersama para ketua Pengkab dan pelatih, hingga akhirnya terbit SK Ketua KONI No. 4 Tahun 2025 yang menetapkan daftar atlet dan official.
Semangat tanpa dukungan tak akan maksimal. Untungnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan dukungan penuh. Seluruh atlet mendapat uang pemusatan latihan (TC) sebesar Rp1.875.000 per bulan, dipotong pajak sesuai aturan. Dana ini berasal dari APBD dan diberikan rutin sepanjang masa persiapan.
Tak hanya itu, seluruh kontingen juga akan mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan, dan sejumlah tunjangan tambahan saat keberangkatan ke arena Porprov nanti.
Untuk urusan data dan kehadiran, KONI juga meluncurkan sistem digital bernama Simonep Buleleng Bisa Juara. Meski masih dalam tahap penyempurnaan, sistem ini diharapkan mampu membantu monitoring atlet dan pelatih secara real-time.
Yang menarik, hampir 50 persen kontingen adalah atlet baru. Mereka adalah darah segar, penuh ambisi, yang siap menunjukkan bahwa Buleleng bukan cuma punya sejarah, tapi juga masa depan yang menjanjikan.
Baca Juga: KONI Buleleng Gaspol! Angkut Semua Cabor di Porprov Bali XVI
“Small is good!” pekik Ketua KONI. Dan para atlet pun menjawab dengan yel-yel khas: “Emas, emas, emas!” Kepalan tangan terangkat ke udara. Energi terasa menyengat. Inilah bukti bahwa kemenangan bukan tentang ukuran, tapi tentang keyakinan.
Sebelum apel ditutup, pesan khusus disampaikan. “Kepada para atlet, jangan sampai karena kesalahan kecil, kalian tercoret dari tim definitif. Jaga sikap, jaga nama baik, dan tetap fokus pada asa juara,” ujar Ketua KONI dengan nada tegas tapi membangun.
Untuk para pelatih dan official, ia berpesan agar membangun komunikasi, dampingi atlet dengan strategi jitu, dan jangan lupa berdoa. Untuk panitia, pesan tak kalah penting agar melayani kontingen dengan tulus dan sepenuh hati. “Sentuhan hati akan memberi vibrasi bagi kita semua,” ujar Ketut Wiratmaja.
Porprov Bali XVI tinggal menghitung hari. Buleleng sudah siap. 911 personel telah dikerahkan. Dari Singaraja, semangat juara itu telah menyala. ***
Editor : Dian Suryantini