Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lonjakan Kasus Diabetes Remaja di Bali Jadi Sorotan, DPRD Bali Soroti Pola Hidup Anak

Rika Riyanti • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:04 WIB

Ilustrasi diabetes.
Ilustrasi diabetes.

 

 

 

BALIEXPRESS.ID - Lonjakan kasus diabetes pada remaja di Bali memicu kekhawatiran berbagai pihak.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, hasil deteksi dini gula darah untuk kelompok usia 15–17 tahun selama periode Januari hingga 7 Mei 2025 menunjukkan terdapat 23 kasus positif dari total 3.727 remaja yang diperiksa.

Sebaran kasus tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Baca Juga: Viral Joget di Tengah Banjir yang Landa Sekolah, Kepsek di Karo Dinonaktifkan Sementara

Klungkung mencatat angka tertinggi dengan 14 kasus, disusul Badung sebanyak 7 kasus.

Sementara Gianyar dan Denpasar masing-masing mencatat satu kasus.

Empat kabupaten lainnya, yakni Buleleng, Bangli, Jembrana, dan Karangasem, tidak ditemukan kasus serupa.

Baca Juga: Lho Kok? Video Perjuangan Guru Melewati Jembatan Rusak Tuai Simpati, Kini Malah Minta Maaf

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat sejak usia dini sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

“Melalui Promkes Provinsi Bali, Kabupaten/Kota dan puskesmas kepada masyarakat untuk pola hidup sehat dengan CERDIK, Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola Stress,” tutur Anom, Kamis (22/5).

Tingginya angka kasus ini juga menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Bali.

Dalam rapat bersama BPJS Ketenagakerjaan yang digelar beberapa waktu lalu, Komisi IV menyoroti pentingnya respons terhadap tren meningkatnya kasus diabetes di kalangan remaja.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Suwirta, menuturkan bahwa kondisi ini sejatinya bukan hal baru karena telah terjadi juga di kota-kota besar.

Hasil pemeriksaan gula darah yang dilakukan Dinas Kesehatan di berbagai daerah di Bali mengungkap adanya pola kasus yang serupa.

Baca Juga: Heboh di Media Sosial; Kuburan Bayi di Bangli Diduga Dibongkar dan Mayatnya Hilang, Bikin Warganet Merinding!

“Tentu diabetes ini ketahui ada beberapa penyebab keturunan, pola makan dan pola hidup,” terangnya.

Ia menambahkan, pada kasus remaja, pola makan dan konsumsi minuman cenderung menjadi penyebab utama.

Apalagi dengan kemudahan memesan makanan cepat saji melalui layanan ojek online.

Baca Juga: Angka Kriminal Meningkat, Polda Bali Aktifkan Kembali Siskamling

“Pesan makanan dan minuman cepat saji termasuk mikol ditambah begadang sambil main gawai atau gim,” bebernya.

Untuk menindaklanjuti temuan ini, Komisi IV DPRD Bali akan menggandeng Dinas Kesehatan dan BPOM.

Mereka berencana melakukan pemeriksaan ulang dengan pengambilan sampel darah saat puasa guna memastikan diagnosis dan mencari tahu penyebab pastinya.

Baca Juga: Miris! Gadis Belia di Buleleng Diduga Dijual Teman Via MiChat, Orang Tua Geram

“Setelah itu memastikan penyebab dan langkah langkah preventif dan kuratif,” katanya.

BPOM juga didorong untuk meningkatkan pengawasan makanan, tidak hanya saat momentum tertentu seperti hari raya, tetapi secara rutin.

Ia berharap jumlah personel BPOM ditambah serta mempererat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Pelibatan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) serta pihak sekolah juga dianggap penting.

“Pengecekan makanan untuk melakukan pengawasan dan edukasi baik kepada anak-anak maupun kantin sekolah,” jelasnya.

Dalam rapat yang sama, BPOM menyampaikan adanya tren meningkatnya kasus diabetes pada anak usia dini.

Baca Juga: Terima Keluhan Melalui Kontak Bupati, OPD Tidak Merespon Kena Sanksi

Mereka mengingatkan pentingnya membaca label kandungan gizi sebelum mengonsumsi produk makanan atau minuman.

Komisi IV DPRD Bali berharap agar Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPOM untuk memastikan perlindungan masyarakat melalui kebijakan kesehatan dan ketenagakerjaan yang tepat.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #remaja #diabetes #cepat saji