Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BBPOM Denpasar Soroti Pola Konsumsi Remaja Terkait Kasus Diabetes

Rika Riyanti • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:12 WIB

Ilustrasi diabetes.
Ilustrasi diabetes.

 

 

BALIEXPRESS.ID - Meningkatnya kasus diabetes pada remaja di Bali turut menjadi perhatian Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar.

Kepala BBPOM Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt., menegaskan bahwa belum tentu penyebab utama kasus diabetes di kalangan remaja berasal dari konsumsi minuman dalam kemasan.

“Minuman kemasan ini menyebabkan diabetes, nggak bisa juga kita sebut seperti itu ya, karena tergantung juga pola konsumsinya ini, yang kalau kami perhatikan, sepertinya pola konsumsi,” katanya, Kamis (22/5).

Baca Juga: Ketua DPRD Bangli Soroti Gedung Sentra IKM Bambu Miliaran Rupiah yang Sepi Aktivitas

Aryapatni menerangkan bahwa seluruh produk makanan dan minuman yang sudah terdaftar di Badan POM wajib memenuhi persyaratan tertentu, termasuk mencantumkan label yang berisi informasi nilai gizi.

Label tersebut mencakup kandungan gula, garam, dan lemak—yang dikenal dengan istilah GGL—sebagai acuan bagi konsumen dalam memilih produk.

“Itu baru kita bisa memberi ijin edar, kita juga penandaannya harus benar. Nah, sekarang konsumen nih yang perlu diedukasi, anak-anak, bagaimana menkonsumsi, apa kebelebihan apa enggak, sesuai kebutuhan masing-masing. Kita harus membaca, konsumen harus membaca informasi ini, kandungan gulanya, kan ada yang produk low sugar, kita harus baca dulu sebelum membeli itu,” terangnya.

Baca Juga: Viral Joget di Tengah Banjir yang Landa Sekolah, Kepsek di Karo Dinonaktifkan Sementara

Menurut Aryapatni, produk yang sudah mengantongi izin edar dinilai aman apabila dikonsumsi sesuai aturan.

Namun, ia mempertanyakan kebiasaan konsumsi anak-anak yang cenderung tidak terkontrol.

Bahkan, ada laporan anak-anak yang menolak minum air putih dan lebih memilih minuman manis.

Baca Juga: Genjot Persiapan Venue Voli Pasir Porprov Bali 2025, Ketua PBVSI Karangasem: Ini Sebuah Momentum

“Dikasih yang air putih enggak mau, katanya mual ada yang begitu ya, ada yang nangis-nangis minta harus minumannya yang rasanya manis,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masalah utama bukan pada satu kemasan minuman, melainkan pada kebiasaan konsumsi berlebihan.

Anak-anak sering kali mengonsumsi lebih dari satu sajian tanpa menyadari bahwa satu kemasan besar bisa mengandung beberapa porsi.

Baca Juga: Tinjau Perbaikan Drainase dan Trotoar Jalan Diponegoro, Wabup Klungkung Minta Pengerjaan Dijalankan Maksimal dan Tepat Waktu

“Kan banyak ikut produk yang no sugar gitu ya, dan kita minum air putih itu yang paling aman, paling sehat, nah itu yang perlu digalakkan lagi ke anak-anak untuk minum air putih, nah ini kan perlu kerjasama dengan dinas, tidak hanya badan pom doang, tidak ada kesehatan, bagaimana dari kecil mereka sudah diedukasi pola makannya ini. Minum air putih, membiasakan,” jelasnya.

Aryapatni berharap edukasi tentang konsumsi sehat dan kebiasaan minum air putih bisa dimulai sejak dini, melalui kolaborasi antara BPOM, dinas kesehatan, dan lembaga pendidikan.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #remaja #diabetes #bbpom