BALIEXPRESS.ID-Beberapa waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan oleh peristiwa bentrok yang terjadi antar anak buah kapal (ABK) di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Banjar Pesanggaran, Denpasar, pada Jumat dini hari, 9 Mei 2025.
Insiden tersebut melibatkan dua kelompok ABK, masing-masing berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Reda, Pakar: Jalur Hukum Terbuka Tapi Harus Ada Bukti
Menanggapi kejadian ini, Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK) turut memberikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, @aryawedakarna, pada Kamis, 22 Mei 2025.
“Keributan di Pelabuhan Benoa bbrp waktu lalu akhirnya terdengan sampai Senayan di Gedung DPD RI,” tulis AWK dalam unggahan tersebut, dikutip Kamis, 22 Mei 2025.
Dalam keterangan video kericuhan ABK di Benoa yang ia unggah kembali itu, AWK juga menyoroti pentingnya menjaga citra Pelabuhan Benoa sebagai salah satu gerbang internasional Indonesia.
“Agak memalukan karena Benoa adalah pelabuhan internasional, sangat mengganggu program pemerintah RI u revitalisasi pelabuhan,” imbuhnya.
Baca Juga: Disorot Usai Kecelakaan Maut, CCTV Di Perlintasan Magetan Tak Aktif Sejak 2023
Tak hanya itu, ia menegaskan akan segera melakukan tinjauan langsung ke lokasi kejadian.
“AWK segera INSPEKSI ke Benoa. ada masukan ? Isi dikolom komentar.” tulisnya menutup unggahan tersebut.
Pernyataan AWK ini langsung disambut beragam reaksi dari warganet di kolom komentar.
“Kalo begini saja kelakuannya kapan negara kita maju???” ketik akun @erlambangwayan.
“Sampai hari besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan bakal tetep ada! karna dari kita sendiri tidak tegas, anyone yang buat problem/kericuhan usir > deportasi, beres. Yang lain akan mikir 2x buat berbuat demikian.” tulis akun @andeswilly.
“Harusnya Pelabuhan dijaga Gabungan Polisi dan TNI ..pecalang hanya cocok jaga di pasar , atau event2 tertentu..” komentar akun @mariposaglitter888.
“Mungkin pemerintah Bali harus lebih tegas lagi pada para pembuat onar biar mereka kapok,,,,” ketik akun @pasek_subrata.
“Perlu seleksi penduduk pendatang klo tdk ada kerja suruh balik ke kampungnya.” komentar akun @sanur_undercover.
Sumber kutipan dari akun @aryawedakarna menegaskan bahwa isu ini membuka ruang diskusi lebih luas mengenai pengawasan di pelabuhan serta penanganan konflik sosial antar kelompok pekerja di wilayah strategis.
Pemerintah diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tegas untuk mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.
Editor : Wiwin Meliana