Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bupati Buleleng Akui Kekurangan Guru Masih Jadi Masalah Serius

Dian Suryantini • Jumat, 23 Mei 2025 | 17:00 WIB

Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra (kiri) didampingi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya (kanan).
Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra (kiri) didampingi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya (kanan).

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengungkapkan bahwa kekurangan tenaga pendidik masih menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi dunia pendidikan di wilayahnya.

Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa keterbatasan jumlah guru berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, terutama di daerah terpencil.

“Kami kekurangan guru. Guru. Jadi pengangkatan guru kan terbatas semuanya,” ujarnya belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa permasalahan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga berkaitan dengan distribusi tenaga pengajar yang belum merata dan belum memenuhi kebutuhan ideal.

Baca Juga: BAM DPR RI Tak Bisa Lagi Tutup Mata, Buleleng Butuh Intervensi Pendidikan

Menurut Sutjidra, rasio antara guru dan murid di sejumlah sekolah di Buleleng masih jauh dari standar nasional. Dalam kondisi tertentu, satu orang guru bahkan harus menangani lebih dari satu kelas, situasi yang seharusnya tidak terjadi dalam sistem pendidikan yang ideal.

“Kadang-kadang satu guru memegang berapa kelas, itu mungkin. Masih banyak yang terjadi di daerah kami,” katanya dengan nada prihatin.

Kondisi ini, menurutnya, diperparah oleh keterbatasan dalam proses pengangkatan guru baru yang sangat tergantung pada kebijakan pusat. Sementara itu, kebutuhan nyata di lapangan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah siswa dan bertambahnya sekolah-sekolah baru.

Tak hanya soal tenaga pendidik, Bupati Sutjidra juga menyoroti minimnya sarana dan prasarana di beberapa sekolah.

“Selain sarana prasarana, ini juga soal ketenagaan yang memang masih belum memenuhi syarat,” tambahnya.

Pemkab Buleleng, kata Sutjidra, berupaya terus menyampaikan kebutuhan ini kepada pemerintah pusat agar kuota pengangkatan guru di daerahnya bisa ditambah. Ia berharap ada solusi konkret yang mampu menjawab kebutuhan tenaga pendidik, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Masalah kekurangan guru ini menjadi pengingat bahwa sektor pendidikan tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga dukungan nyata dalam bentuk sumber daya manusia yang memadai. Tanpa guru yang cukup, kualitas pendidikan sulit untuk diperbaiki secara menyeluruh. ***

Editor : Dian Suryantini
#nasional #pengangkatan guru #sekolah #guru #Sutjidra #buleleng