Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Setra Digali Orang Misterius, Desa Adat Demulih Bangli Gelar Upacara Khusus

I Made Mertawan • Jumat, 23 Mei 2025 | 14:48 WIB

 

Polisi olah TKP penggalian kuburan di Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, , Selasa (20/5/2025).
Polisi olah TKP penggalian kuburan di Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, , Selasa (20/5/2025).

BALIEXPRESS.ID- Penggalian setra (kuburan) oleh orang tak dikenal di Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali,  mengharuskan pihak desa menggelar upacara adat.

Kejadian tersebut membuat desa setempat leteh (kotor secara agama Hindu), sehingga perlu pembersihan secara ritual.

Bendesa Adat Demulih I Ketut Karsana menjelaskan, setelah diketahui bahwa setra bayi itu digali oleh orang tidak dikenal, pihak desa bersama kepolisian memutuskan untuk menggali ulang lokasi tersebut.

Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada barang yang hilang atau dikubur kembali di area setra. “Kami tidak tahu apa yang dicari di kuburan ini,” ujarnya.

Sebelum penggalian dilakukan, desa adat menggelar upacara matur piuning sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keselamatan.

Setelah penggalian selesai, dilanjutkan dengan upacara macaru di setra maupun di catus pata (perempatan desa). Selain itu, desa adat juga mengaturang guru piduka.

“Kami melaksanakan macaru karena kejadian ini membuat desa leteh,” jelasnya.

Karsana memastikan, area yang digali mencapai belasan titik dan merupakan kuburan lama.

Pelaku diduga melakukan penggalian secara bertahap, bukan sekaligus dalam satu hari.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa bekas galian yang telah diurug kembali, dengan sebagian tanah sudah kering dan sebagian masih baru. “Artinya penggalian tidak berbarengan,” tegasnya.

Pascakejadian itu, pihak desa ada melakukan langkah antisipasi. Anggota pacalang melakukan ronda di areal setra.  

Kejadian penggalian setra itu pertama kali diketahui oleh warga yang buang sampah tak jauh dari setra pada Minggu (18/5/2025).

Hasil penyelidikan polisi menemukan sebanyak sebelas titik makam lama yang telah tergali.

“Tanah yang digali itu tidak terlalu besar. Kecil-kecil, tapi banyak dan itu makam sudah lama,” kata Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun.

Atas kesepakatan dengan pihak desa adat, bekas galian di setra Demulih kembali dibuka pada Selasa (20/5/2025).

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda yang hilang maupun dikubur di lokasi itu.

 “Pihak Desa Adat Demulih memastikan tidak ada barang yang hilang. Barang yang dikubur juga tidak ada,” terang Jaya Winangun ditemui pada Kamis (22/2025).

Hingga saat ini, polisi mendalami motif pelaku karena tidak ada indikasi pencurian. “Kami masih mendalami motif pelaku menggali kubur tersebut,” tegasnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #setra digali