BALIEXPRESS.ID - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi ramainya wisatawan namun tak sebanding dengan tingkat okupansi hotel di Bali.
Baginya kondisi penurunan okupansi ini belum berdampak terhadap ekonomi Pulau Dewata.
Sebab dari data pembayaran pajak yang diketahuinya tidak ada penurunan.
Baca Juga: BPK Catat 7 Temuan di Pemkab Klungkung, Wabup Tjok Surya Berikan Warning Seluruh OPD
Menurut Sandiaga Uno semakin berkembangkan pariwisata, ada perubahan pola akomodasi yang menjadi pilihan.
Untuk itu ia berani memastikan Bali masih menjadi destinasi unggulan di tengah situasi ekonomi global saat ini.
“Dari data yang saya dapatkan dari Bali Tourism Board, bahwa pembayaran pajak dari hotel, restoran, cafe, dan kegitan-kegiatan di Bali ini belum terjadi penurunan. Ini harus kita syukuri Bali masih tetap tangguh menghadapi keterlambatan,” ujar Sandi saat ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali, Kamis (22/5).
Baca Juga: Selamat Jalan Tedy! Pegawai Kominfo Badung Ditemukan Tewas di Bebatuan Air Terjun Nungnung
Meski demikian pariwisatan masihbmenggeliat, dirinya juga menyebutkan, ada kekhawatiran keterlambatan perkembangan perekonomian.
Untuk itu ia pun meminta agar berhati-hari menghadapi semester kedua di 2025.
“Tetapi kita harus hati-hati terhadap paruh kedua 2025. Kita harus pastikan Bali tetap menjadi destinasi unggulan,” ungkapnya.
Baca Juga: Retno Marsudi, Partisipasi Perempuan Di Bidang Ekonomi Perlu Ditingkatkan
Terkait dengan berkembangnya pilihan menginap wisatawan, Sandi menerangkan, harus dikelola dengan baik.
Meski wisatawan kini memilih tinggal di vila dengan menggunakan platform digital, juga harus memberikan peningktan ekonomi Bali.
“Jangan sampai ekonomi Bali tidak mendapatkan sama sekali dampak dari kunjungan wisatawan. Meskipun mereka pilihannya tidak tinggal di hotel,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya meminta agar mengarahkan wisatawan menginap di akomodasi yang berizin dan bersertifikasi.
Tentunya juga akomodasi wisata yang telah dipantau langsung oleh pemerintah.
Sehingga saat terjadi keluhan dapat ditangani dengan sistem yang ada.
“Ini yang saya yakini dapat meningkatkan ekonomi Bali, sebagai landasannya yaitu wisatawan harus memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan ekonomi Bali,” pungkasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga