BALIEXPRESS.ID- Tingginya minat wisatawan yang ingin menyeberang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan kapal cepat berdampak pada kemacetan arus lalu lintas menuju Dermaga Rakyat, Desa Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kemacetan ini menjadi sorotan serius anggota DPRD Karangasem I Wayan Sunarta.
Sunarta menyebut kemacetan yang terjadi sudah cukup parah dan perlu segera diatasi agar tidak terus terulang pada masa mendatang.
Menurutnya, solusi paling memungkinkan saat ini adalah menyediakan lahan parkir khusus bagi sopir yang mengantar tamu ke dermaga.
"Sedangkan tamu yang diajak nanti mungkin bisa dijemput menggunakan shuttle, sehingga tidak terjadi kemacetan," ujarnya.
Ketua Komisi III DPRD Karangasem itu mencontohkan penerapan sistem serupa di Objek Wisata Lempuyang, Karangasem.
Di sana, shuttle digunakan untuk mengantar pengunjung dari lokasi parkir ke tujuan utama.
Ia menilai skema ini efektif mengurangi kepadatan dan bisa diterapkan di Dermaga Rakyat.
Pantauan di lokasi pada Jumat (23/5/2025) menunjukkan, tempat parkir untuk mengantar maupun menjemput tamu di Dermaga Rakyat cukup padat.
Bahkan terdapat salah satu kendaraan yang menunggu untuk bisa mendapatkan tempat parkir.
Hal itu menyebabkan antrean di belakangnya menjadi cukup panjang. Padahal, akses akses itu tidak hanya untuk ke Dermaga Rakyat saja.
Perjalanan untuk menuju hotel, restoran, atau Pura Silayukti juga terganggu dengan terjadinya kemacetan tersebut. (*)
Editor : I Made Mertawan