BALIEXPRESS.ID – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Jembrana. Sebuah rumah semi permanen di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, roboh akibat hujan deras yang disertai angin kencang pada Minggu dini hari (25/5/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.
Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana, membenarkan insiden tersebut. Rumah yang roboh diketahui milik Muh Sahra, warga Banjar Sumbersari.
Menurut keterangan pihak kepolisian, hujan lebat yang berlangsung semalaman serta angin kencang memperparah kondisi tiang rumah yang memang sudah rapuh karena terbuat dari kayu kelampuak.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar AKP Sukadana.
Meski demikian, sejumlah perabotan rumah tangga, seperti televisi dan peralatan dapur, dilaporkan rusak. Kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, Agus Artana Putra, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan insiden ini pada pukul 10.15 Wita.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pendataan.
“Proses assessment kami mulai pukul 12.09 dan selesai pada 12.30 Wita,” terang Agus Artana.
Kejadian ini menambah daftar dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jembrana belakangan ini.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di hunian tidak permanen atau kawasan rawan bencana. (*)
Editor : Nyoman Suarna