Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Koster Sebut Proyek Terminal LNG Sidakarya Dorong Bali Mandiri Energi dan Tekan Harga LPG

Rika Riyanti • Rabu, 28 Mei 2025 | 02:54 WIB

OPTIMALKAN: Menteri LH RI dan Gubernur Bali melakukan peninjauan ke Pantai Sidakarya, Selasa (27/5)
OPTIMALKAN: Menteri LH RI dan Gubernur Bali melakukan peninjauan ke Pantai Sidakarya, Selasa (27/5)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa proyek pembangunan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Sidakarya merupakan bagian dari strategi besar Bali menuju kemandirian energi dengan pemanfaatan energi bersih.

Proyek ini telah berjalan selama tiga tahun dan hanya tinggal menunggu penyelesaian dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL).

“Hal kedua yang juga menjadi perhatian beliau (Menteri LH) adalah rencana pembangunan terminal LNG di Sidakarya. Kemudian prosesnya sudah berjalan tiga tahun. Struktural sudah diikuti, mekanisme sudah diikuti, final-final lagi satu, ANDAL yang belum selesai perlu persetujuan beliau sehingga ANDAL selesai disetujui, pekerjaan proyek terhadap LNG ini bisa dilaksanakan,” kata Koster, Selasa (27/5).

Baca Juga: Berstatus Ilegal, Pemulangan Jenazah PMI asal Sangkaragung di Jepang Terkendala: Begini Upaya Dilakukan Pemkab Jembrana

Menurutnya, keberadaan terminal LNG akan memberikan banyak manfaat baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah, terutama dalam menekan harga LPG di Bali.

“Ini tujuannya adalah agar Bali mandiri energi dengan menggunakan energi bersih. Dan dari hasil diskusi saya dengan pihak yang menyelenggarakan ini itu masyarakat di Kota Denpasar akan bisa membeli LPG dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Selain harga LPG yang lebih terjangkau, pemerintah provinsi dan kota juga disebut akan memperoleh manfaat ekonomi dari beroperasinya terminal LNG ini.

Baca Juga: Komisi IV Rapat Dengar Pendapat dengan Sejumlah Universitas di Bali, Bahas Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Bahkan, dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Sidakarya, Serangan, dan Sanur.

“Dan juga bagi pemerintah daerah, provinsi maupun Kota Denpasar itu akan mendapatkan manfaat dari terminal LNG ini beroperasi serta mendapat manfaat juga bagi masyarakat di wilayah sekitarnya, bahkan tidak saja sekitarnya, juga Serangan dan Sanur,” jelasnya.

Namun, Koster menyadari bahwa proyek ini perlu dijalankan dengan pendekatan harmonisasi sosial, terutama karena aktivitas kapal di kawasan tersebut berdampak pada nelayan setempat.

Baca Juga: Tebing Retak di Pura Batu Bolong Tanah Lot Masih Tahap Penganggaran, Kunjungan Wisata Tetap Stabil

“Hanya saja karena ini ada aktivitas kapal, nelayan yang banyak ini harus diharmoniskan supaya bisa berjalan dengan baik, bagaimana program ini berjalan, Serangan-nya tidak ribut, Sanur-nya juga tidak ribut, berjalan semua untuk kepentingan bersama,” kata Koster.

Ia berharap tidak muncul kegaduhan di media sosial dan semua pihak dapat melihat tujuan besar dari proyek ini, yakni untuk mewujudkan kemandirian energi Bali secara berkelanjutan.

“Inilah yang ditinjau oleh Bapak Menteri, bagaimana agar semuanya ini berjalan dengan harmonisasi yang baik agar Bali kondusif, jangan ada yang ribut lagi di media sosial. Tapi mari kita lihat kepentingan bersama agar Bali bisa mandiri energinya secara mandiri dengan pembangkit yang ada di Bali,” tandasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #wayan koster #lng #sidakarya