BALIEXPRESS.ID- HUT ke-821 Kota Bangli sudah berlalu hampir tiga pekan, namun sejumlah penjor hias serangkaian perayaan yang puncaknya 10 Mei masih belum dicabut.
Penjor-penjor ini tampak masih berdiri di sekitar Alun-Alun Bangli hingga kawasan jalan raya depan Kantor Bupati Bangli, Jumat (30/5/2025).
Beberapa memang sudah dicabut, tetapi sisa-sisanya dibiarkan begitu saja.
Ketua Panitia HUT Kota Bangli I Made Ari Pulasari menyatakan bahwa penjor sebenarnya sudah bisa dicabut dua hari setelah puncak perayaan.
Tanggung jawab mencabut penjor diserahkan kepada pihak pemasang, yakni sekaa teruna dari masing-masing desa adat.
Panitia pun telah menyampaikan imbauan tersebut. "Ternyata sampai sekarang belum semua mencabutnya," kata Ari Pulasari.
Ia menduga ada kelalaian yang terjadi, termasuk kemungkinan miskomunikasi antarpihak.
Katanya, usai perayaan HUT, sempat ada permintaan dari Korem 163/Wirasatya yang akan mengambil beberapa penjor digunakan kembali untuk HUT Kodam IX/Udayana.
"Mungkin karena itu, dikira penjornya sudah dicabut," ujar Ari Pulasari.
Penjabat Sekda Bangli ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani persoalan ini.
DLH akan diminta mencabut penjor yang masih berdiri karena rangkaian perayaan HUT sudah selesai.
"Terima kasih sudah mengingatkan, nanti saya koordinasi dengan DLH untuk membersihkan penjor HUT Kota," jelas pejabat asal Penatahan, Susut ini.
Selain itu, lanjut Ari Pulasari, DLH juga akan menyisir lokasi-lokasi di mana penjor telah dicabut namun masih menyisakan bagian bawahnya.
Potongan batang bambu dan hiasan yang tertinggal dapat membahayakan pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya. (*)
Editor : I Made Mertawan